Sering Telat, MBG Ditolak Sekolah di Sigi: Siswa Kerap Pulang Sebelum Makanan Datang

OUTENTIK-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 7 Sigi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, disebut kerap datang terlambat hingga akhirnya ditolak pihak sekolah. Keterlambatan itu disebut sudah berulang kali terjadi, bahkan pernah sampai sore hari.

Salah seorang tenaga pendidik di sekolah tersebut mengungkapkan, makanan yang datang terlambat sering kali tidak lagi bisa dibagikan kepada siswa karena mereka sudah lebih dulu pulang.

“Kalau sudah terlanjur diantar dan sudah tidak ada lagi anak sekolah, biasanya kami membagikannya kepada tetangga atau anak-anak kecil yang sudah pulang dari SD dan sering bermain di halaman sekolah,” ujar Irma, salah satu tenaga pendidik di SMAN 7 Sigi.

Ia mengatakan alasan keterlambatan dari pihak penyedia makanan beragam. Salah satu alasan yang kerap disampaikan adalah stok buah yang habis sehingga petugas harus kembali membeli.

“Kalau alasannya dari mereka bermacam-macam. Kadang stok buah habis, jadi mereka harus pergi membeli lagi terlebih dahulu dan kami harus menunggu. Pokoknya alasannya sudah banyak sekali,” katanya.

Menurutnya, pihak sekolah tidak mengetahui secara pasti kendala yang dihadapi penyedia makanan. Namun, keterlambatan disebut bukan hanya terjadi pada hari tertentu, melainkan hampir menjadi hal yang berulang.

“Ini bukan hanya terjadi pada hari Jumat, tetapi juga pada hari-hari biasa. Kalau dihitung, jumlah kedatangan yang tepat waktu lebih sedikit, lebih banyak yang terlambat,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, pernah satu kali makanan baru tiba sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, sebagian besar siswa yang menunggu sudah pulang dan hanya tersisa belasan orang.

“Bahkan pernah satu kali sampai pukul 17.00 Wita, anak-anak yang menunggu sudah tidak 100 persen lagi, paling hanya tersisa belasan orang,” tuturnya.

Kondisi tersebut akhirnya membuat pihak sekolah mengambil keputusan untuk menolak MBG karena dinilai tidak efektif dan tidak sesuai dengan tujuan program.

Komentar