‎BPBD Sulteng: Kebakaran Lahan di Banggai Kepulauan Padam‎

OUTENTIK-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan bahwa peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Lalanday, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan bersama masyarakat.‎

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Ir. Asbudianto, dalam keterangannya di Palu, Rabu, menyebutkan bahwa insiden tersebut pertama kali terpantau pada Selasa (27/10) sekitar pukul 11.00 WITA.

‎”Api berhasil dipadamkan oleh tim di lapangan bersama warga pada pukul 16.30 WITA di hari yang sama,” ujar Asbudianto.‎

Berdasarkan kronologis yang dihimpun Pusdalops BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan, kejadian ini bermula ketika seorang warga bernama Ajab melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar pada Minggu, 26 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA.‎

Yang bersangkutan sempat menunggu di lokasi hingga pukul 15.00 WITA dan memastikan api telah padam sebelum akhirnya meninggalkan tempat kejadian. Kendati demikian, pada keesokan harinya, Selasa (27/10) pukul 11.00 WITA, titik api kembali muncul dan membakar area perkebunan serta semak belukar yang diketahui secara langsung oleh warga setempat.‎

Akibat kejadian ini, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai kurang lebih 0,386 hektare. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun warga yang mengungsi (nihil).

‎Begitu menerima laporan pada pukul 18.36 WITA, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan assessment serta berkoordinasi dengan pihak terkait.‎

Dalam upaya pemadaman, TRC BPBD bersama warga bahu-membahu menyuplai air menggunakan satu unit mobil Kementerian Pekerjaan Umum (PU), jeriken, serta memadamkan sisa-sisa api secara manual menggunakan ranting pohon.‎

Meski situasi saat ini telah terkendali dan api berhasil dipadamkan, BPBD mencatat adanya kebutuhan mendesak di lapangan berupa pengadaan peralatan mobile pemadaman karhutla untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.‎

Komentar