Imbas Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan dari dan ke Palu Dibatalkan

OUTENTIK-Cuaca buruk yang melanda wilayah Palu dan sekitarnya berdampak serius terhadap kelancaran operasional di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu. Kombinasi antara gangguan jarak pandang (visibility) akibat kabut asap serta dorongan angin dari belakang (tailwind) memaksa sejumlah maskapai mengambil tindakan tegas demi keselamatan penerbangan, mulai dari pembatalan penerbangan (cancel flight) hingga kembali ke bandara asal (Return to Base).

Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Winariyanto, mengonfirmasi bahwa penerbangan Batik Air rute Makassar–Palu–Makassar (UPG–PALU–UPG) dengan nomor penerbangan ID 6554 dan ID 6555 terpaksa dibatalkan pada jadwal kemarin.

“Pihak maskapai memutuskan pembatalan tersebut setelah menunggu dan memperhatikan kondisi cuaca yang hingga malam hari belum membaik,” ujar Winariyanto.

Selain pembatalan Batik Air, cuaca ekstrem berupa angin kencang juga dirasakan langsung oleh armada Lion Air dengan nomor penerbangan JT 780. Pesawat tersebut sempat melakukan prosedur memutar ulang (go-around) sebelum akhirnya memutuskan Return to Base (RTB) kembali ke Makassar (UPG) pada pukul 19.01 WITA.

Hal ini dipicu oleh terpaan tailwind yang mencapai kecepatan 20 knot saat pesawat hendak mendarat.

Winariyanto menjelaskan bahwa operasional penerbangan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri saat ini memang rentan terhadap dua gangguan utama, yaitu Jarak pandang rendah, dampak kiriman kabut asap dari kebakaran hutan dan sekitarnya yang menekan angka visibility di bawah standar minimal pendaratan.

Hembalan angin kencang dari arah teluk yang membahayakan posisi pesawat saat fase mendarat (landing).

Saat ini, kondisi jarak pandang di Bandara Mutiara terbilang masih sangat fluktuatif, yakni berkisar antara 3 hingga 5 kilometer.

Dampak cuaca buruk ini juga meluas hingga ke penerbangan perintis inter-daerah Sulawesi Tengah. Pesawat Wings Air rute Palu–Tolitoli dipastikan batal berangkat akibat jarak pandang di Bandara Tolitoli turun drastis di bawah standar keselamatan penerbangan, yang juga dipicu oleh serbuan kabut asap kebakaran hutan.

Pihak otoritas bandara mengimbau para calon penumpang untuk terus memantau pembaruan status penerbangan dari masing-masing maskapai dan bersabar menghadapi situasi kendala cuaca ini demi mengutamakan keselamatan bersama.

Komentar