OUTENTIK-Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, didampingi Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulteng Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, membuka Forum Komunikasi (Forkom) III DWP se-Sulawesi Tengah Tahun 2026 di GOR Peapua Abdurrabie, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Kamis (10/10/2026).
Forum ini mengangkat tema penguatan personal branding DWP untuk mewujudkan perempuan berintegritas menuju Sulawesi Tengah Namboso.Dalam pengarahannya, Gubernur meminta jajaran DWP tidak memahami personal branding sebatas tampilan visual di media sosial, melainkan cerminan integritas dan pola pikir dalam mendukung peran suami sebagai pelayan publik.
“Ibu-ibu punya peran besar dalam membangun Sulawesi Tengah dan 13 kabupaten/kota. Kalau bupati, wali kota, atau gubernur berhasil, Ibu-Ibu juga punya andil di dalamnya. Karena itu, jangan memahami personal branding hanya sebatas media sosial,” tegasnya.
Anwar memaparkan bahwa birokrasi modern harus bergeser dari paradigma penguasa menjadi pelayan masyarakat. Seorang pelayan publik yang baik akan aktif mendatangi dan mempermudah urusan warga tanpa terbatas oleh jam kerja formal kantor.
“Pelayan rakyat itu dia yang mencari rakyat untuk melayani, bukan rakyat yang mencari dia untuk dilayani. Ini paradigma yang harus kita geser,” ujarnya.
“Kalau kita bicara jam kantor terus, berarti paradigma kita masih penguasa. Tapi kalau kita seorang pelayan, kapan rakyat membutuhkan kita, di situlah kita harus hadir,” lanjut Gubernur.
Ia juga mengajak para istri ASN agar mendorong suaminya mengejar jabatan berdasarkan kompetensi dan prestasi kerja, bukan lewat pendekatan personal.
“Dorong suaminya mendapatkan jabatan karena karyanya, bukan karena pendekatannya. Kita membutuhkan orang yang mendapatkan jabatan karena prestasinya,” tegas Anwar.
Sementara itu, Penasehat DWP Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan menyampaikan bahwa personal branding pengurus DWP dibuktikan melalui karya nyata di bidang pendidikan, kesehatan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi.
“Biarlah masyarakat mengenal Dharma Wanita Persatuan bukan hanya dari kegiatan seremonial, tetapi dari kontribusinya dalam meningkatkan kualitas keluarga, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan pemberdayaan perempuan,” kata Sry Nirwanti.









Komentar