OUTENTIK-Kawasan Jembatan Lalove kembali ricuh akibat bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa), Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pecah pada Rabu (28/10) dini hari. Insiden ini menambah catatan menjadi bentrokan yang ke-4 kalinya terjadi di lokasi yang sama dalam kurun waktu empat bulan terakhir.
Rekam jejak perselisihan antarwarga bertetangga ini terhitung berulang sejak Juli 2026. Gesekan awal yang dipicu pengeroyokan satpam saat melerai pertengkaran pasangan suami istri.
Outentik mencatat, Ketegangan kemudian memuncak pada Kamis (6/8) malam saat bentrokan pecah di kawasan Jalan Anoa hingga Jembatan Lalove yang diduga mengakibatkan 2 warga terkena busur panah.
Bentrokan kembali berulang pada Jumat (4/9) dini hari menggunakan batu dan petasan, yang direspons polisi dengan memperketat penjagaan serta mengamankan 8 pemuda membawa sajam dan petasan.
Diberitakan ssbelumnya, bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa) kembali pecah di area Jembatan Lalove, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Satu orang warga dikabarkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Aksi saling serang bertetangga itu terjadi pada Rabu (28/10/2026) dini hari.
Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim mengonfirmasi bahwa situasi di area Jembatan Lalove saat ini telah berhasil dikendalikan. Massa dari kedua belah pihak juga telah membubarkan diri.
“Sekarang kondisi sudah aman. Sudah kembali ke tempat masing-masing. Kalau personel kita dari Polres dan Polsek diturunkan untuk pengamanan,” kata AKP Muhammad Kasim saat dikonfirmasi.
Terkait kabar adanya satu warga yang menjadi korban dalam bentrokan tersebut, Kasim menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penelusuran di lapangan. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang diterima kepolisian mengenai korban luka maupun jiwa.
“Untuk itu (kabar adanya korban) kami belum identifikasinya, kami masih menunggu ini kalau ada yang buat laporan,” jelasnya.









Komentar