Bentrokan Warga Nunu dan Anoa Palu Kembali Pecah, Polisi Tambah Personel

OUTENTIK-Bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa), Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, kembali terjadi pada Jumat (4/9/2026) dini hari. Polisi kembali menambah personel untuk mencegah bentrokan susulan.

Pantauan outentik.id, ke dua warga saling serang di area tengah jembatan Lalove Palu.

Pantauan di lokasi, sejumlah personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan situasi. Warga dari kedua wilayah juga telah kembali ke lingkungan masing-masing.

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena mengatakan, bentrokan tersebut telah beberapa kali terjadi. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, situasi bermula setelah terdengar suara letusan petasan yang membuat warga keluar rumah.

“Memang sudah beberapa kali kejadian ini. Awalnya tadi saya dengar ada yang membunyikan letusan petasan, sehingga warga keluar semua,” ujarnya .

Dia mengatakan polisi sebelumnya telah melakukan penjagaan selama sekitar dua pekan dan situasi relatif aman. Namun, personel kemudian dikurangi setelah kondisi dinilai mulai kondusif.

“Kemarin sekitar dua minggu situasinya aman karena kita jaga. Mungkin ketika mulai kita kurangi personel, mereka melihat polisi sudah berkurang, sehingga mulai lagi mencari masalah,” ujarnya.

Polisi kini kembali menambah kekuatan pengamanan, terutama menjelang akhir pekan. Pos penjagaan akan kembali didirikan di kedua wilayah yang terlibat bentrokan.

“Kalau seperti ini lagi, apalagi besok Jumat, Sabtu dan Minggu, kita akan membuat pos lagi di kedua pihak untuk melakukan penjagaan,” jelasnya.

Kapolres menilai penyelesaian konflik tidak cukup hanya mengandalkan pengamanan kepolisian. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, hingga lembaga adat dinilai penting untuk mencegah keterlibatan anak-anak muda dalam bentrokan.

“Selama orang-orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama tidak berani mengambil peran, sementara anak-anak muda dibiarkan seperti ini, masalah tidak akan selesai,” tegasnya.

Menurut dia, lembaga adat juga dapat dilibatkan untuk membantu menyelesaikan persoalan, termasuk melalui penerapan sanksi adat.

“Kita tidak bisa memprediksi. Selama situasi ini masih terjadi, intinya kita akan melakukan penjagaan berlapis agar tidak terjadi bentrokan dan korban jiwa,” katanya.

Polisi masih mencari formulasi penyelesaian agar konflik antara warga Nunu dan Anoa tidak kembali berulang.

“Kami berharap ada kekuatan dari para orang tua di masing-masing kelurahan untuk menjaga kondusivitas. Kami berharap segera kondusif,” pungkasnya.

Pantauan outentik id, saat ini situasi sudah kondisif.

Komentar