Cari Solusi Karhutla, Tim KKL Seskoad Gelar Dialog Dua Arah dengan Warga Lampung Timur

OUTENTIK-Sebanyak 14 Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Dikreg LXIV yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) turun langsung berdialog dengan masyarakat untuk mencari solusi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Tim yang dipimpin Kolonel Inf. Hasroel Thamim tersebut melaksanakan KKL di Lampung selama 10 hari, mulai 28 Agustus hingga 6 September 2026.

Kegiatan itu merupakan bagian dari strategi Seskoad dalam memetakan persoalan karhutla di tiga wilayah utama, yakni Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Di Lampung, kegiatan KKL dilaksanakan di lima wilayah, yakni Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus.

Khusus di Lampung Timur, lima hari pertama kegiatan difokuskan pada KKL Wilayah Pertahanan (Wilhan) di Kodim 0429/Lamtim.

Selanjutnya, lima hari berikutnya diarahkan pada KKL Pembinaan Satuan (Binsat) di Yonif TP 943/DPC yang diintegrasikan dengan penyuluhan karhutla.

Dalam pelaksanaannya, para Pasis tidak hanya melakukan koordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi pemerintah, tetapi juga turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.

Sejumlah pihak ditemui untuk mengumpulkan data dan menggali persoalan penanganan karhutla, antara lain Bupati Lampung Timur, Polres Lampung Timur, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, luas wilayah terdampak karhutla di Lampung Timur mencapai sekitar 1.721,23 hektare.

Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah desa, di antaranya Braja Harjo Sari, Braja Kencana, Rantau Jaya, Karanganyar, Toto Projo, Rantau Jaya Udik, Tambah Dadi, dan Labuan Ratu.

Untuk menggali solusi dari tingkat masyarakat, Tim KKL Seskoad kemudian menggelar dialog dua arah bersama warga di sekitar Koramil 429-05/Sukadana dan Desa Rantau Jaya Udik 2 (RJU 2).

Dialog juga melibatkan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta komunitas lokal.Dalam dialog tersebut, Kepala Desa Toto Projo mengusulkan pembangunan sumur bor yang dilengkapi selang di sejumlah lokasi yang dinilai rawan karhutla.

Menurut masyarakat, penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui penyuluhan, tetapi juga membutuhkan dukungan peralatan pemadam yang memadai sehingga api dapat segera dikendalikan ketika terjadi kebakaran.

Pendekatan langsung yang dilakukan Tim KKL Seskoad mendapat apresiasi dari masyarakat, komunitas, dan Forkopimda Lampung Timur.Warga menilai keterlibatan langsung para Pasis di lapangan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan kebutuhan secara langsung, sekaligus membantu melihat kondisi penanganan karhutla dari sisi masyarakat.

Selain berdialog, para Pasis juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan gotong royong membersihkan tempat ibadah dan masjid di sekitar lokasi kegiatan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah terdampak karhutla.

Komentar