OUTENTIK-Polisi mengamankan delapan pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan petasan di Jembatan Lalove, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (4/9) malam. Mereka diamankan pascabentrok warga Nunu dan Anoa.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail Boby mengatakan, pihaknya belum memastikan apakah seluruh pemuda yang diamankan tersebut merupakan pelajar.
Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, seluruhnya masih berusia di bawah umur.
“Diamankan beberapa pemuda yang membawa sajam dan petasan di Jembatan Lalove,” ujarnya, Sabtu.
Ismail menyebut terdapat delapan pemuda yang diamankan. Salah satu yang teridteridentifikasi masih berusia 15 tahun.
“Kalau untuk di bawah umur, memang semua di bawah umur,” ujarnya.
Polisi masih mendalami identitas dan asal daerah kedelapan pemuda tersebut. Ismail mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah mereka merupakan warga dari kawasan yang terlibat bentrok.
”Saya belum pastikan ini warga mana semua ini, delapan orang,” jelasnya.
Selanjutnya, polisi akan memanggil orang tua masing-masing pemuda untuk dilakukan pembinaan dan pendalaman lebih lanjut.
“Nanti kita undang orang tuanya semua,” katanya.
Pengamanan dilakukan di tengah situasi pascabentrok warga Nunu dan Anoa yang masih memanas. Polisi hingga kini masih berjaga di sejumlah titik untuk mencegah bentrokan.









Komentar