BWS Sulawesi III Rawat Sabo Dam Bangga Bertahap Sepanjang 2026

OUTENTIK-Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu melakukan pemeliharaan Sabo Dam Bangga di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, secara bertahap sepanjang 2026 untuk menjaga fungsi bangunan sebagai pengendali dan penampung sedimen Sungai Bangga.

Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) Sulawesi III Palu, Didi Wahyu Widiarosi, mengatakan pemeliharaan tahun ini direncanakan dalam tiga tahap.

“Sabo Dam Bangga merupakan salah satu infrastruktur yang berfungsi mengendalikan dan menampung material sedimen yang terbawa aliran Sungai Bangga,” kata Didi dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (29/9/2026).

Tahap pertama telah dilakukan pada Februari 2026 di Sabo Dam 3 yang berada di bagian hulu, dengan pekerjaan berupa penggalian dan pembersihan tampungan sedimen.

Pemeliharaan tahap kedua dilaksanakan pada Juli 2026 di Sabo Dam 1 bagian hilir, juga dengan fokus penggalian dan pembersihan tampungan sedimen.Sementara tahap ketiga yang semula dijadwalkan September 2026 berpotensi bergeser ke Oktober karena proses revisi POK atau anggaran.

“Pada tahap ini, pemeliharaan kembali akan difokuskan pada Sabo Dam 3,” katanya.

Pekerjaan tahap ketiga meliputi perbaikan papan nomenklatur, pembabatan dan pembersihan vegetasi di jalan akses serta tubuh bangunan, penggalian sedimen, dan pembersihan material banjir yang tersangkut di pelimpah.

BWS Sulawesi III Palu juga merencanakan perbaikan papan informasi bangunan dan papan larangan di Sabo Dam 2 yang sebelumnya hilang akibat perusakan.

“Pekerjaan pembersihan vegetasi dan perbaikan fasilitas pendukung tersebut akan dilakukan bersamaan dengan penggalian sedimen. Langkah ini dilakukan agar pekerjaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Didi.

Didi mengatakan kondisi vegetasi dan kerusakan sejumlah fasilitas pelengkap tidak secara langsung memengaruhi fungsi utama Sabo Dam.

“Keberadaan vegetasi maupun kerusakan pada sejumlah fasilitas pelengkap tidak secara langsung memengaruhi fungsi utama Sabo Dam dalam mengendalikan dan menampung sedimen,” katanya.

BWS Sulawesi III Palu juga telah melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi fisik bangunan, pelimpah, tampungan sedimen, vegetasi, jalan akses, papan nomenklatur, dan komponen pendukung lainnya.

“Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Pemeliharaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjaga keberfungsian Sabo Dam Bangga sebagai infrastruktur pengendali sedimen sekaligus mendukung perlindungan masyarakat dan kawasan di sepanjang hilir Sungai Bangga.

Komentar