OUTENTIK-Seorang remaja berinisial G (12) di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga temannya saat bermain pada Rabu (30/9/2026) sore. Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palu pada malam harinya.
“Iya, kami sudah laporkan ke polisi. Kejadiannya sore, malamnya kami langsung lapor ke Polres Palu,” ujar ibu korban, Fatmawati, Kamis (1/10/2026).
Fatmawati mengatakan pengeroyokan tersebut diduga bermula dari kesalahpahaman. Korban disebut dituduh mengejek nama orang tua salah satu pelaku.
“Kalau dari keterangan yang saya dapat, katanya anak saya ini mengejek nama orang tua mereka. Tapi saya tanya ke anakku, tidak ada dia bilang seperti itu,” jelasnya.
Menurut Fatmawati, korban saat itu sedang bermain bersama teman-temannya sebelum dibawa masuk ke sebuah lorong yang disebut sebagai jalan buntu. Di lokasi tersebut, korban diduga dikeroyok oleh tiga orang.
“Anakku kemarin itu sementara bermain dengan temannya. Dia tidak tahu kalau sudah ada dua motor. Dia dibawa masuk ke lorong buntu, seperti tidak ada tempat untuk lari lagi. Di situ mereka sudah melakukan pengeroyokan,” paparnya.
Aksi pengeroyokan tersebut terekam kamera dan videonya kemudian beredar di media sosial. Fatmawati mengatakan video itu sempat disimpan oleh teman kakak korban sebelum dihapus oleh orang yang merekamnya.
“Kalau tidak ada temannya yang langsung menyimpan video itu, kita tidak punya bukti yang kuat,” ujarnya.
Fatmawati menyebut kondisi korban kini mulai membaik, tetapi masih merasakan sakit di sekujur tubuh.
“Sudah agak mendingan sedikit, cuma masih sakit-sakit semua badannya,” katanya.
Dalam video yang beredar, terlihat tiga orang anak diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang anak lainnya. Seorang anak perempuan juga tampak berada di lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut.









Komentar