OUTENTIK-Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), masih terus berlangsung.
Hingga pukul 20.00 WITA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 177 kali gempa susulan, dengan 70 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Data terbaru yang dipublikasikan Stasiun Geofisika Palu menunjukkan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 5,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 2,2. Sebaran episenter gempa susulan masih terkonsentrasi di sekitar zona sumber gempa utama yang dipicu aktivitas Sesar Sausu.
BMKG menjelaskan gempa utama M6,7 yang terjadi pada Selasa siang merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif Sausu dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 10 hingga 16 kilometer dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Meski demikian, rentetan gempa susulan yang terus terjadi membuat sebagian warga di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala hingga Parigi Moutong masih memilih bertahan di luar rumah dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Sejumlah fasilitas umum dan bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan kuat gempa utama.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang dihimpun media lokal Outentik.id, gempa susulan yang terus terjadi memicu kekhawatiran masyarakat. Warga masih waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan, sementara antrean kendaraan sempat terlihat di sejumlah SPBU di Kota Palu akibat meningkatnya aktivitas masyarakat pascagempa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah. BMKG juga meminta warga mewaspadai potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.







Komentar