838 Rumah Terdampak Gempa M6,7 Sulteng, Susulan Capai 466 Kali

OUTENTIK-Sebanyak 838 rumah terdampak akibat gempa bumi magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Hingga Rabu (17/6) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 466 kali gempa susulan pascagempa yang berpusat di wilayah Sausu, Kabupaten Parigi Moutong tersebut.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menunjukkan Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak terparah dengan 800 rumah terdampak, terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah Andi Sembiring mengatakan pendataan kerusakan masih terus dilakukan karena tim masih berada di lapangan.

“Pendataan masih terus dilakukan karena tim masih berada di lapangan. Data yang ada saat ini menunjukkan dampak kerusakan rumah paling banyak berada di Kabupaten Sigi,” kata Andi Sembiring, Rabu (17/6/2026).

Selain rumah warga, gempa juga merusak dua unit kantor, 15 sarana ibadah, satu unit UMKM, serta satu jembatan penghubung Desa Kamora B dan Desa Tongoa. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 37 rumah terdampak, sedangkan di Kota Palu satu rumah dan satu bangunan usaha mengalami kerusakan.

BPBD juga mencatat satu orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 63 orang lainnya luka ringan akibat gempa tersebut.

Sementara itu, BMKG mencatat dari total 466 gempa susulan, sebanyak 25 kejadian dirasakan masyarakat. Gempa susulan terbesar berkekuatan M5,2 dan yang terkecil M1,3.

“Meski tren gempa susulan mulai menurun, masyarakat tetap diminta waspada dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman,” ujar Andi.

Komentar