OUTENTIK-Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7) malam, menyebabkan satu orang meninggal dunia, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, dan warga sempat mengungsi akibat kepanikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol Moh. Kachfi Mardjuni mengatakan, berdasarkan hasil asesmen sementara, korban jiwa merupakan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol.
“Data sementara yang kami terima, terdapat satu korban meninggal dunia yang merupakan pasien di RSUD Buol. Tim masih terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa,” kata Kachfi dalam laporan situasi BPBD, Minggu malam.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Minggu pukul 20.46.35 WITA dengan magnitudo 5,4. Episenter gempa berada pada koordinat 1,31 Lintang Utara dan 121,38 Bujur Timur atau sekitar 37 kilometer timur laut Buol, pada kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Buol, serta sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Parigi Moutong, hingga wilayah Marisa dan Tilamuta di Provinsi Gorontalo.
Akibat guncangan tersebut, warga sempat berhamburan keluar rumah dan sebagian mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman karena khawatir terjadi gempa susulan.
BPBD mencatat sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan, antara lain Kantor Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, Rumah Makan Daeng Sugi di Leok II, rumah warga di Lingkungan Bundo, Kelurahan Kali, serta satu rumah warga di Leok II.
Selain itu, sebagian masyarakat sempat mengungsi ke wilayah Gunung Kali, Kelurahan Kulango, serta tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Buol.
Kachfi mengatakan, BPBD bersama tim reaksi cepat (TRC) masih melakukan asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Pemerintah daerah terus melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Tolitoli, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, serta BPBD Provinsi Gorontalo dalam penanganan pascagempa,” ujarnya.
BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak, di antaranya tenda pengungsian, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, pakaian bagi lanjut usia, genset, terpal, serta dukungan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.
Hingga Minggu malam, situasi di Kabupaten Buol dilaporkan berangsur kondusif. Sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, meski masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
