OUTENTIK-Nurhanisa, istri korban pembunuhan di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 10 hari di rumah sakit. Korban mengembuskan napas terakhir pada Rabu (5/8/2026).
Korban rencananya akan dimakamkan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga.
Mereka mengungkapkan kondisi Nurhanisa tiba-tiba menurun setelah operasi. Sebelumnya, tim dokter telah menyampaikan peluang kesembuhan korban sangat kecil karena luka tusuk yang dialaminya menyebabkan kerusakan organ dalam dan pendarahan hebat.
“Iya, Nisa sudah meninggal tadi. Kondisinya tiba-tiba drop pascaoperasi. Tapi memang sebelum operasi dokter bilang sama kita, tidak bisa berharap penuh karena kondisi dalam artian organ dalamnya terkena tusukan. Terus pembuluh darah utama yang suplai ke jantung (kalau tidak salah ingat saya), itu juga sementara dicek karena pendarahannya hebat. ujar salah seorang anggota keluarga, Dilla.
Pihak keluarga menyebut jenazah Nurhanisa akan dibawa ke Palopo untuk dimakamkan sesuai permintaan keluarga besar yang sebagian besar berada di daerah tersebut.
“Sekarang posisi kita sementara siap ke Palopo karena permintaan keluarga besar Nisa, neneknya kita semua ada di Palopo, Tante. Jadi kasihan terpisah dia, suaminya di Barru dengan anaknya, dia di Palopo,” katanya.
Sebelumnya, pembunuhan sadis terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Dalam peristiwa itu, suami Nurhanisa, Jamil (30), dan putra mereka yang masih berusia 2 tahun tewas di lokasi akibat serangan pelaku. Sementara Nurhanisa selamat dengan luka tusuk serius dan menjalani perawatan intensif hingga akhirnya meninggal dunia.
Dengan meninggalnya Nurhanisa, jumlah korban tewas dalam kasus pembunuhan tersebut menjadi tiga orang. Polisi hingga saat ini masih memburu pelaku.
