OUTENTIK-BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah karena hampir seluruh wilayah kini memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca cerah dan minim pertumbuhan awan hujan.
Forecaster BMKG Mutiara Sis Al Jufri Palu Fathan Labanu mengatakan berdasarkan pemantauan satelit dan radar cuaca, pertumbuhan awan di hampir seluruh wilayah Sulteng tidak berkembang maksimal sehingga kondisi menjadi lebih kering.
“Jadi, dari pantauan kami, hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah dalam kondisi cerah. Tidak ada pertumbuhan awan maupun awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan,” katanya.
Ia mengatakan sejumlah wilayah Sulteng mulai memasuki musim kemarau sejak Juli 2026, sedangkan pada Agustus hampir seluruh wilayah telah mengalami kondisi tersebut.
“Untuk wilayah Sulawesi Tengah, memang sejak bulan Juli kemarin sudah ada wilayah yang masuk musim kemarau. Apalagi di Agustus ini, hampir semua wilayah sudah masuk ke musim kemarau,” ujarnya.
Menurut Fathan, kondisi kering juga dipengaruhi anomali ENSO dengan perkiraan memasuki periode El Nino yang cukup kuat.
Kondisi minim awan hujan tersebut berpotensi meningkatkan kejadian karhutla di sejumlah wilayah Sulteng.
“Karena ketiadaan awan tadi mengakibatkan kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Tengah. Sehingga ada potensi, bahkan sudah terjadi beberapa karhutla di beberapa wilayah,” katanya.
BMKG juga telah merilis peringatan bagi masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami karhutla agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Sementara itu, suhu udara di Kota Palu saat ini berkisar 22 derajat Celsius pada malam hari hingga 36 derajat Celsius pada siang hari.
Fathan menjelaskan suhu maksimum 36 derajat Celsius masih tergolong normal dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Kalau untuk rata-ratanya mungkin tidak terlalu. Maksudnya, suhu 36 derajat Celsius itu masih dalam tahap normal. Suhu antara 34 hingga 36 derajat Celsius juga masih sering terjadi pada bulan-bulan sebelumnya,” katanya.
BMKG memperkirakan kondisi kering tersebut dapat berlangsung hingga akhir tahun dan akan terus diperbarui berdasarkan perkembangan kondisi iklim.









Komentar