OUTENTIK-Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam, memicu kepanikan warga.
Sejumlah warga bahkan berlarian menuju kawasan perbukitan di sekitar Kantor Bupati Buol karena mengira gempa tersebut berpotensi memicu tsunami.
Kepala Pelaksana BPBD Buol, Moh. Kachfi membenarkan adanya kepanikan warga tersebut. Menurutnya, warga yang berasal dari wilayah Loko Doka berlarian ke arah perbukitan di sekitar Kantor Bupati Buol setelah merasakan guncangan gempa.
“Benar, sejumlah warga panik tadi dan berlarian ke gunung arah Kantor Bupati. Mereka panik karena mengira ada tsunami,” kata Moh. Kachfi.
BPBD bersama pemerintah daerah kemudian bergerak cepat memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak terpancing kepanikan dan segera kembali ke rumah masing-masing. Sebab, berdasarkan informasi resmi dari BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
“Kami langsung mengimbau masyarakat yang naik ke perbukitan agar segera turun kembali karena situasinya aman. Jangan mudah percaya isu yang belum tentu benar,” ujarnya.
Kachfi mengatakan, berdasarkan rilis BMKG, gempa berkekuatan M 5,4 itu berpusat sekitar 37 kilometer timur laut Buol dengan kedalaman 10 kilometer. Selain mengacu pada informasi BMKG, pihaknya juga terus memantau kondisi laut melalui peralatan yang dimiliki BPBD.
“Berdasarkan koordinasi kami dan hasil pemantauan alat yang ada, insyaallah kondisi aman dan tidak terjadi tsunami. Teman-teman BPBD juga terus melakukan pemantauan di wilayah pesisir,” jelasnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Ia mengimbau warga agar tidak panik, tetap tenang, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.
“Kami minta masyarakat tetap waspada, tetapi jangan panik. Amankan barang-barang penting dan ikuti informasi dari pemerintah. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” tutur Kachfi.
Selain itu, BPBD Buol telah menginstruksikan seluruh pemerintah desa dan kecamatan untuk segera mendata apabila terdapat kerusakan bangunan maupun dampak lain akibat gempa.
“Mulai malam ini hingga besok, kami meminta seluruh pemerintah desa melaporkan apabila ada kerusakan akibat gempa. Personel BPBD tetap siaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi masyarakat tetap aman,” pungkasnya.
Terlihat pula dalam video yang beredar, terdapat sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat dampak gempa bumi.
“Kami masih melakukan pendataan terkait rumah rusak,” paparnya.
Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 terjadi pada Sabtu (12/7) pukul 20.46 WIB atau 21.46 Wita. Episenter gempa berada di koordinat 1,31 Lintang Utara dan 121,38 Bujur Timur atau sekitar 37 kilometer timur laut Buol dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
