Wagub Reny Dorong Tenun Donggala Tembus Pasar Internasional

OUTENTIK-Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mendorong tenun khas Donggala dikembangkan hingga mampu menembus pasar internasional. Hal itu disampaikan saat membuka Buya Subi Festival 2026 bertema “Handmade for the Earth” di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026).

Reny menilai festival tersebut bukan sekadar agenda budaya, tetapi menjadi momentum memperkuat industri kreatif sekaligus memperkenalkan tenun Donggala yang memiliki nilai budaya dan filosofi kehidupan ke pasar nasional maupun internasional.

Pemprov Sulteng juga akan membahas rencana menghadirkan jurusan khusus tenun di SMK untuk menjaga regenerasi pengrajin. Langkah itu dinilai penting karena sebagian besar penenun saat ini berasal dari kalangan usia lanjut.

“Jangan sampai tenun kita hilang karena para pengrajinnya didominasi generasi yang sudah lanjut usia. Regenerasi harus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Reny meminta festival tidak berhenti pada pameran, tetapi mendorong masyarakat membeli dan menggunakan produk tenun lokal sehingga memberikan dampak ekonomi bagi para pengrajin.

Ia juga mendorong perajin meningkatkan kualitas kain dan menghadirkan desain yang mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan identitas budaya Donggala.

“Pemerintah ingin kualitas terus meningkat dengan desain yang lebih modern, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya Donggala,” katanya.

Menurut Reny, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, generasi muda diajak bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap para perajin.

Kehadiran CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Zuhal Kuvan Mills, dalam festival tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperluas promosi tenun Donggala ke pasar dunia sekaligus membuka kerja sama strategis bagi pariwisata dan UMKM.

“Mari jadikan festival ini sebagai ruang belajar, ruang berkarya, ruang berkolaborasi, sekaligus ruang membangun masa depan ekonomi kreatif Sulawesi Tengah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Komentar