‎Polda Sulteng dan Polresta Palu gelar prarekonstruksi usut bentrokan Nunu

‎‎OUTENTIK-Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Polresta Palu menggelar prarekonstruksi bentrokan antarwarga di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Tatura Utara (Anoa) untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang terjadi pada Rabu sore lalu.

‎‎Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng Kombes Pol Suryono di Palu, mengatakan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh dirinya bersama Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena guna mengidentifikasi titik-titik penting di lapangan.

‎‎”Penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh peristiwa bentrokan,” ujar Kombes Pol Suryono.‎‎

Dalam pelaksanaannya, penyidik memfokuskan prarekonstruksi untuk mengidentifikasi lokasi yang diduga menjadi titik penembakan dalam bentrokan tersebut hingga menyebabkan satu warga meninggal dunia. ‎‎Aparat gabungan juga mencocokkan sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) berdasarkan keterangan saksi guna mengetahui kronologi secara lebih jelas.

‎Kepolisian saat ini masih mengacu pada keterangan para saksi yang telah diperiksa. Dari data yang diterima media ini, hingga kini, sedikitnya 11 orang telah dimintai keterangan oleh penyidik, di antaranya empat orang korban yang masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka dalam insiden tersebut.‎‎

Sebelumnya, bentrokan antara warga Kelurahan Nunu dan warga Anoa pecah pada Rabu (28/10 sore hingga petang. ‎‎Akibat insiden itu, satu orang warga meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.

‎Guna memastikan rangkaian kejadian secara utuh, polisi berencana menggelar prarekonstruksi lanjutan untuk memastikan titik pasti lokasi korban terkena tembakan yang mengakibatkan korban jiwa. Penyelidikan terus dilakukan secara intensif untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.‎

Komentar