OUTENTIK-Kelangkaan Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), membuat warga harus mengantre hingga berjam-jam. Pertamina Patra Niaga menyebut kondisi tersebut terjadi akibat kendala distribusi karena cuaca yang berdampak pada proses kapal bersandar.
Salah satu pengguna BBM subsidi, Ismail, mengaku harus mengantre sekitar satu jam untuk mendapatkan Pertalite di salah satu SPBU di Kota Palu pada Kamis (20/8/2026) pagi.
“Baru hari ini saya rasa, saya tadi antre sekitar jam 8, sudah sekitar satu jam ini. Di depan saya ada sekitar 30-an mobil,” kata Ismail.
Menurutnya, antrean terjadi karena sejumlah SPBU mengalami kekosongan Pertalite. Ia menyebut beberapa SPBU, seperti di Jalan Kartini, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Gusti Ngurah Rai, tidak memiliki stok Pertalite.
“Karena ada beberapa SPBU yang tidak ada, Kartini kosong, Sisingamangaraja, Gusti Ngurah Rai juga kosong,” ujarnya.
Ismail mengatakan antrean kendaraan juga terjadi di SPBU Jalan Mohammad Yamin. Bahkan, antrean kendaraan disebut mengular hingga menyebabkan kepadatan lalu lintas.
“Banyak sekali juga tadi yang antre di SPBU Moh. Yamin, padat, lebih macet di sana, mengular,” katanya.
Ia berharap distribusi BBM dapat segera diperbaiki sehingga antrean tidak kembali terjadi. Ismail juga mengusulkan adanya pengaturan atau penjadwalan kendaraan apabila antrean terus berlangsung.
“Kemungkinan besar pasokannya ini. Saya berharap supaya tidak ada antrean ini mungkin bisa ditertibkan atau dijadwal, untuk kendaraan roda empat dan roda dua, agar tertib,” tuturnya.
Keluhan serupa disampaikan Madi, pengguna BBM subsidi yang mengaku baru dua hari terakhir merasakan dampak antrean BBM tersebut. Ia mengatakan kondisi itu turut mengganggu aktivitasnya sebagai pengemudi kendaraan rental.
“Baru dua hari ini, saya rental. Ya, lambat ini, penumpang sudah bilang lambat sekali,” ujar Madi.
Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan warga yang membutuhkan BBM untuk beraktivitas. Ia berharap pasokan Pertalite segera kembali lancar.
“Tidak enak kalau begini, mudah-mudahan lancar ini bensin ini. Kalau begini dapat bensin setengah mati,” katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan stok Pertalite di Kota Palu dan sekitarnya dalam kondisi normal.
Lilik menjelaskan sebelumnya memang terdapat kendala distribusi akibat kondisi cuaca yang berdampak pada proses kapal bersandar. Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina mengoperasikan penyaluran dari depot BBM selama 24 jam agar pasokan dapat segera didistribusikan ke SPBU.
“Untuk ketersediaan Pertalite di Kota Palu dan sekitarnya saat ini dalam kondisi normal. Sebelumnya memang terdapat kendala distribusi akibat kondisi cuaca yang berdampak pada proses kapal bersandar,” kata Lilik.
Pertamina juga melakukan penyesuaian jam operasional SPBU dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penyaluran di masing-masing lokasi.
Lilik menegaskan percepatan penyaluran ke sejumlah SPBU terus dilakukan agar masyarakat dapat kembali mengakses Pertalite dan kebutuhan BBM terpenuhi.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Pantauan OutentikId, hingga Kamis malam sekitar pukul 21:30 Wita, antrean panjang kendaraan masih terjadi di SPBU Moh. Yamin, Kota Palu.
Pertalite di Palu Langka Gegara Kapal Terkendala Cuaca









Komentar