‎Tak Ada Akses Mobil, Jenazah Mantan Kades di Sigi Diangkut Pakai Motor‎‎

OUTENTIK-Jenazah mantan Kepala Desa Masewo, Benyamin Noa, terpaksa diangkut menggunakan sepeda motor dengan posisi diikat di bagian belakang dan ditutupi terpal dari Desa Watukilo menuju Desa Masewo, Kabupaten Sigi, pada Selasa (13/10) pagi, akibat akses jalan yang rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.‎‎‎

Almarhum sebelumnya mengidap penyakit diabetes dan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit BK Palu pada Selasa subuh sekitar pukul 03.00 WITA. Jenazah sempat diantar menggunakan mobil ambulans dari Palu, namun pengantaran terhenti di rumah kerabat di Kulawi Selatan karena keterbatasan infrastruktur jalan menuju lokasi tujuan.‎‎‎

Pihak keluarga bersama warga setempat akhirnya mengambil inisiatif mengangkut jenazah menggunakan jasa ojek motor yang terbiasa melintasi jalur ekstrem tersebut.‎‎‎

“Iya benar diangkut pakai motor. Diangkut dari Desa Watukilo, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi ke Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi,” ujar perwakilan keluarga jenazah, Fadlon Abdoen.

‎‎‎”Meninggalnya kemarin subuh sekitar jam 03.00 Selasa pagi (13/10). Memang tidak bisa naik mobil, karena akses jalannya belum memadai untuk mobil. Jalurnya cuma bisa dilalui oleh sepeda motor,” lanjut Fadlon.‎‎

Fadlon mengungkapkan peristiwa mengangkut jenazah menggunakan sepeda motor bukan pertama kalinya terjadi akibat sulitnya akses transportasi darat di wilayah tersebut. Pihak keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Sigi segera merealisasikan rencana pelebaran jalan agar dapat dilalui kendaraan roda empat.

Komentar