OUTENTIK-Banjir melanda Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WITA itu dipicu hujan deras di wilayah pegunungan selama kurang lebih tiga jam, sehingga menyebabkan luapan air sungai merendam sedikitnya 52 rumah dan berdampak pada 166 warga.
Berdasarkan laporan TRC dan PUSDALOPS BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Banggai, air menggenangi permukiman warga hingga setinggi lutut orang dewasa di sejumlah dusun.
Di Desa Pangkalaseang Baru, Dusun II tercatat 8 rumah terdampak dengan 30 jiwa, termasuk 6 lansia dan 2 balita. Sementara itu, 2 rumah lainnya terdampak dengan 6 jiwa, termasuk 2 lansia.
Di Desa Pangkalaseang, dampak banjir lebih luas dengan 17 rumah terdampak di Dusun II yang dihuni 45 jiwa, termasuk 11 lansia dan 4 balita.
Sedangkan di Dusun III, tercatat 25 rumah terdampak dengan 85 jiwa, termasuk 19 lansia dan 5 balita. Tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian ini.
“Pada hari Rabu tanggal 01 April 2026 jam 12.00 Wita telah terjadi kejadian banjir di Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara, yang disebabkan guyuran hujan yang deras di bagian pegunungan selama ± 3 jam , sehingga pada jam 14.00 Wita terjadi luapan Banjir yang mengenangi rumah warga setinggi lutut orang dewasa di dusun I dan II Desa Pangkalaseang Baru dan Dusun II dan III Desa Pangkalaseang,” demikian laporan TRC dan PUSDALOPS BPBD.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan assessment dan berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Banggai untuk penanganan lanjutan. Kebutuhan mendesak yang diusulkan antara lain normalisasi sungai, pembangunan bronjong atau talud, drainase, serta bantuan sandang berupa selimut dan alas tidur serta kebutuhan pangan bagi warga terdampak.
Kondisi terkini dilaporkan telah berangsur kondusif setelah hujan berhenti dan air surut. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi susulan.









Komentar