PLN UP3 Palu Siagakan 377 Personel Jaga Pasokan Listrik Saat Idul Adha

OUTENTIK-PT PLN (Persero) UP3 Palu memastikan pasokan listrik selama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan andal dengan mengerahkan 377 personel siaga serta menyiapkan sejumlah peralatan pendukung di wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026).

Manager PLN UP3 Palu, Ansar, mengatakan sistem kelistrikan Sulawesi Tengah yang menjadi bagian dari Sistem Sulawesi Bagian Selatan memiliki daya mampu sebesar 331,6 MW.

Selain itu, terdapat dukungan dari sistem IMIP Isolated 15 MW, sistem Sabang 4 MW, sistem Pulau Paku 1020 KW, dan sistem Pulau Ulu Nambo 650 KW.

“PLN UP3 Palu telah menyiapkan seluruh personel, peralatan, serta sistem pendukung guna memastikan pasokan listrik selama Hari Raya Idul Adha tetap andal. Kami juga terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan di seluruh wilayah kerja agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas dengan nyaman,” ujar Ansar.

PLN memproyeksikan beban puncak pada malam Idul Adha 2026 berada pada kondisi aman dengan estimasi beban sebesar 265,1 MW pada sistem UP3 Palu.

Untuk mendukung masa siaga, PLN menyiapkan pengamanan kelistrikan di 18 lokasi siaga VVIP dan VIP, termasuk kantor pemerintahan, aula pemda, kantor dinas, hingga pusat kegiatan masyarakat.

Selain personel siaga, PLN juga menyiapkan 17 unit UGB, 8 unit genset, 53 unit motor operasional, 37 unit mobil operasional, serta material cadang gangguan. Sebanyak 11 posko siaga keandalan turut dioperasikan selama masa Idul Adha.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan kesiapan siaga tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

“Kesiapan siaga ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat, khususnya pada momentum Hari Raya Idul Adha. Kami memastikan seluruh personel dan infrastruktur kelistrikan siap siaga agar masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan dengan aman dan nyaman,” ungkap Usman Bangun.

PLN juga melakukan mitigasi potensi gangguan akibat cuaca berdasarkan data BMKG, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor guna menjaga keandalan jaringan distribusi listrik.

Komentar