Viral Warga Bangkep Disebut Sewa Helikopter ke Palu, Ternyata Misi Kemanusiaan Yayasan Aviasi Nusantara

OUTENTIK-Video penjemputan seorang pasien menggunakan helikopter di Desa Paisubatu, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, viral di media sosial.

Narasi yang beredar menyebut warga setempat menyewa atau charter helikopter menuju Palu untuk berobat.

Namun informasi tersebut dipastikan tidak benar. Helikopter yang digunakan ternyata merupakan milik Yayasan Aviasi Nusantara yang sedang menjalankan misi kemanusiaan membantu evakuasi medis warga sakit di wilayah terpencil.

Sekretaris Umum Yayasan Aviasi Nusantara, Steven Kadir, menjelaskan helikopter tersebut memang dioperasikan yayasannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat, khususnya di daerah yang sulit dijangkau jalur darat.

“Jadi sebenarnya itu helikopter kami, milik Yayasan Aviasi Nusantara,” kata Steven saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

Menurut Steven, saat itu tim yayasan sedang berada di wilayah Bangkep untuk kegiatan pelayanan masyarakat dan membangun hubungan dengan warga setempat.

Di tengah kegiatan tersebut, mereka mendapat informasi adanya seorang warga yang sakit dan membutuhkan penanganan segera.

Tim di lapangan kemudian menghubungi pihak yayasan untuk meminta bantuan evakuasi medis menggunakan helikopter karena kondisi pasien dinilai tidak memungkinkan menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat maupun laut.

“Mereka melihat ada warga yang perlu dibantu untuk pertolongan darurat. Kasihan kalau harus duduk di mobil selama dua jam mungkin sudah tidak tahan lagi,” ujarnya.

Kebetulan, helikopter yayasan saat itu sedang berada di wilayah Wana sehingga dapat segera diterbangkan menuju Desa Paisubatu untuk melakukan penjemputan pasien.

Steven mengaku sempat melihat berbagai unggahan di media sosial yang menyebut pasien menyewa helikopter secara pribadi. Ia pun menegaskan narasi tersebut hanyalah asumsi warganet.

“Kadang orang membuat caption sesuai asumsi mereka sendiri,” katanya.

Pasien tersebut kemudian diterbangkan langsung menuju Kota Palu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Steven menambahkan, yayasannya memang cukup sering beroperasi di wilayah pedalaman Sulawesi Tengah, termasuk kawasan pegunungan dan daerah terpencil yang belum memiliki akses transportasi memadai.

Menurutnya, bantuan evakuasi medis diberikan berdasarkan kondisi darurat dan rekomendasi tim di lapangan. Jika pasien masih memungkinkan menggunakan kendaraan darat, maka jalur tersebut tetap menjadi pilihan utama.

“Sebenarnya tidak gratis karena biaya operasional helikopter sangat besar. Tetapi ada hal-hal tertentu yang kami pertimbangkan, terutama untuk evakuasi medis darurat,” pungkasnya.

Komentar