OUTENTIK-Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyatakan dukungan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,
Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga netralitas, profesionalisme, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Haji Muhammad Arnad Narsal selaku Ketua Pembina Yayasan Wakaf Amartul Umar Poso, Yusri Ikhtiawan, SH, Ketua Yayasan Wakaf Amanatur Umah Kabupaten Poso, serta Azwan, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Tengah.
Dukungan itu disampaikan sebagai bentuk aspirasi masyarakat agar institusi kepolisian tetap profesional dan semakin dipercaya publik.
Haji Muhammad Arnad Narsal menyatakan, “Mengaspirasikan bahwa Kapolri ataupun Polri supaya berada di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Adapun, kalau Polri ada terjadi kehilapan, kesalahan dan kekeliruan maka rakyatlah yang bisa membenagurnya. Untuk itu, kami mengharapkan supaya Polri tetap setia kepada rakyat. Apabila terjadi kesalahan dan kekeliruan, maka kita perbaiki bersama.
”Sementara itu, Yusri Ikhtiawan menegaskan, “Yayasan Wakaf Amanatur Umah Kabupaten Poso mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Hal ini sebagai upaya agar polisi tetap netral, profesional dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.”
Azwan juga menyampaikan, “Mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Ini adalah salah satu cara menjaga Polri tetap netral, profesional, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.”
Ketiga pernyataan tersebut menekankan harapan agar Polri tetap menjadi institusi yang profesional, presisi, dan konsisten mengedepankan kepentingan masyarakat, dengan tetap membuka ruang evaluasi dan perbaikan sesuai prinsip demokrasi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.









Komentar