Gubernur Anwar Hafid Tinjau Jembatan Wombo Kalonggo, Wujud Nyata Program Berani Lancar di Donggala

OUTENTIK-Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (4/10/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo yang menjadi jalur transportasi utama penghubung antardesa di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Sulteng mengambil alih bantuan pembangunan jembatan ini guna menyokong Pemkab Donggala yang mengalami keterbatasan fiskal.

Akses jembatan ini dinilai sangat vital untuk mengoneksikan Desa Wombo, Wombo Kalonggo, dan Wombo Mpanau.

“Ini sebenarnya jembatan jalan kabupaten, tetapi karena kita membantu pemerintah kabupaten dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, kita membantu pemerintah. Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Selain meninjau jembatan, Gubernur menyampaikan rencana strategis pembangunan konektivitas jalan alternatif jalur Siniu–Pantoloan untuk mengantisipasi potensi kemacetan di kawasan Kebun Kopi serta mendukung kawasan industri baterai di Siniu.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan pencapaian Program 9 BERANI yang telah berjalan hampir dua tahun, di antaranya Program Berani Cerdas yang telah membiayai 47 ribu mahasiswa dan Berani Sehat yang melayani 270 ribu warga berobat gratis hanya dengan KTP.

“Rakyat Sulawesi Tengah yang berobat, tidak memiliki BPJS, menunggak iuran BPJS, atau penyakitnya tidak ditanggung BPJS, bisa berobat karena ada Berani Sehat. Cukup dengan KTP,” tegas Gubernur.

“Pemimpin harus mau mencintai rakyatnya terlebih dahulu dan mengurangi beban rakyatnya. Bagi rakyat yang tidak mampu, pusing kepalanya ketika anaknya harus membayar uang kuliah atau ketika harus berobat. Ini namanya program yang adil untuk semua orang,” paparnya.

Gubernur juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan saluran pengaduan 24 jam Berani Samporoa di nomor 0811-6662-222. Kegiatan peninjauan diakhiri dengan penyerahan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako bagi masyarakat di tiga desa.

Komentar