OUTENTIK-Akses perlintasan Jembatan III Kota Palu, Sulawesi Tengah, resmi ditutup total mulai hari ini hingga Sabtu mendatang akibat ditemukannya kerusakan struktur tiang penyangga dampak akumulasi gempa bumi 2018 dan gempa M 6,7 baru-baru ini.
Penutupan darurat ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Palu demi keselamatan pengguna jalan selama proses pengerjaan pengecoran bagian bawah jembatan berlangsung.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Aris, menjelaskan bahwa keputusan penutupan ini merujuk pada hasil analisis teknis tim ahli Universitas Tadulako (Untad).
“Iya, betul ditutup karena gempa. Analisisnya itu ada hitungannya dari tenaga ahli, jadi kami mengikuti dari pihak tenaga ahli. Tenaga ahlinya dari UNTAD (Universitas Tadulako),” ujar Aris.
Ia menambahkan, perbaikan difokuskan pada penguatan tiang struktur yang terdampak gempa beruntun.
“Saat ini ada pengecoran. Sebentar, itu ada pengecorannya, jadi ditunggu kali 24 jam. Jalan ditutup dulu sambil menunggu kering. Masih dari dampak yang kemarin karena gempa yang 2018 diperparah lagi gempa yang 6,7 kemarin,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdishub) Kota Palu, Astam, memastikan pengerjaan berlangsung hingga akhir pekan dan menyiagakan rute pengalihan arus lalu lintas bagi masyarakat.
“Ya, penutupan jalan ini mulai hari ini sampai dengan hari Sabtu. Karena adanya pengecoran di bawah jembatan. Jadi, proses pengecorannya mulai hari ini sampai hari Sabtu,” jelas Astam.
“Iya, itu bagian yang akan dicor. Jadi pengecorannya mulai hari ini, insyaallah dibuka kembali pada hari Sabtu, Dek,” katanya.
Untuk kelancaran mobilitas warga selama perbaikan, arus kendaraan dari arah timur dialihkan menuju Jembatan IV, sedangkan pengendara dari arah barat diarahkan melintasi jembatan di Jalan Hasanuddin.









Komentar