OUTENTIK – Korban penusukan bernama Nisa meninggal dunia pascaoperasi akibat pendarahan hebat pada organ dalam serta pembuluh darah utama yang menyuplai jantung.
Jenazah almarhumah kini dipersiapkan untuk diberangkatkan dan dimakamkan di Kabupaten Palopo sesuai permintaan keluarga besar.
Sebelum tindakan medis dilakukan, tim dokter telah mengonfirmasikan kondisi kritis korban kepada pihak keluarga.
Pendarahan hebat akibat tusukan benda tajam pada organ vital membuat peluang kesembuhan korban sangat kecil hingga akhirnya kondisinya memburuk usai operasi.
Pihak keluarga membenarkan kabar duka tersebut melalui sebuah keterangan tertulis:
“Iya, Nisa sudah meninggal tadi. Kondisinya tiba-tiba drop pascaoperasi. Tapi memang sebelum operasi dokter bilang sama kita, tidak… tidak bisa berharap penuh karena kondisi korban… betul-betul sudah, maksudnya dalam artian organ dalamnya terkena tusukan. Ujar Dila keluarga korban.
Saat ini pihak keluarga berfokus mendampingi pemindahan jenazah almarhumah menuju Palopo untuk pemakaman, sementara suami dan anak almarhumah berada di Kabupaten Barru.
“Sekarang posisi kita sementara siap ke Palopo karena permintaan keluarga besar Nisa, neneknya kita semua ada di Palopo, Tante. Jadi kasihan terpisah dia, suaminya di Barru dengan anaknya, dia di Palopo.”
Diberitakan ssebelumnya, Seorang pria berusia 32 tahun bersama anak laki-lakinya yang masih berusia 2 tahun ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan di dalam rumahnya di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (26/7) malam.
Sebelum peristiwa itu terungkap, warga mengaku mendengar suara tangisan dan teriakan minta tolong dari dalam rumah.
Sementara istri korban berusia 23 tahun ditemukan dalam kondisi kritis dan kini dirawat di RS Bhayangkara Palu.Salah seorang tetangga, Bahtiar, mengatakan warga awalnya mendengar suara tangisan yang diduga berasal dari ibu dan anak di dalam rumah tersebut.
“Awalnya kami dengar suara menangis dari rumah itu. Yang menangis sepertinya ibu sama anaknya. Tidak berselang lama, suara tangisan itu tiba-tiba hilang,” ujarnya, Senin (27/7/2026)
