Viral Mahasiswa Tolak Salaman Anwar Hafid, Berakhir Saling Minta Maaf

OUTENTIK-Video yang memperlihatkan seorang mahasiswa menolak berjabat tangan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat aksi demonstrasi di Kabupaten Tolitoli viral di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Anwar menegaskan persoalan itu telah selesai setelah pimpinan aksi menemuinya dan menyampaikan permintaan maaf, Sabtu (6/6/2026).

“Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya pun juga menyampaikan permintaan maaf. Selesai. Apalagi yang mau dimasalahkan?” kata Anwar Hafid.

Peristiwa itu terjadi saat aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli pada Kamis (4/6/2026). Massa aksi menyuarakan penolakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai merusak lingkungan.

Anwar membantah tudingan bahwa dirinya memaksa mahasiswa untuk berjabat tangan. Ia menjelaskan saat itu dirinya mendatangi massa aksi dan mengulurkan tangan sebagai bentuk itikad baik, namun tidak disambut oleh salah seorang peserta aksi.

“Mendatangi pendemo dan mengulurkan tangan dua kali untuk berjabat tangan, tapi yang pakai baju HMI tidak mau menerima jabat tangan saya. Jadi saya bilang, kalau begitu saya pulang, tidak usah juga dengar tuntutanmu,” ujarnya.

Anwar meminta publik melihat video secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman. Menurutnya, ucapan yang terekam dalam video muncul setelah upayanya menjalin komunikasi tidak mendapat respons.

“Tidak ada saya paksakan. Saya mengulurkan tangan tulus ikhlas, bisa dilihat di rekaman. Karena tidak diterima, saya bilang kalau begitu saya juga tidak mau mendengar tuntutanmu, karena menurut saya tidak ada attitude alias etika sama sekali,” tegasnya.

Dalam video yang beredar, Anwar terlihat menghampiri massa aksi dan mengulurkan tangan kepada salah seorang mahasiswa. Namun, uluran tangan tersebut tidak disambut. Situasi kemudian sempat memanas dan terjadi adu argumen antara massa aksi dan sejumlah pejabat, termasuk Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya, sebelum akhirnya kembali kondusif.

Komentar