OUTENTIK-Sebanyak 21 anak buah kapal (ABK) KM Nazila 05 yang dilaporkan tenggelam di perairan Laut Maluku berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR pada Selasa (31/3/2026).
Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk yang menyebabkan patah haluan saat berlayar dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Maluku Utara.
“Iya awalnya laporannya ada 27. Ternyata beberapa tidak ikut dan yang dievakuasi berjumlah 21 orang,” ujar Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Palu, Muh Rizal dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melaporkan, Communication Center (Com Center) Palu menerima informasi keberadaan korban melalui koordinasi dengan penjaga rakit di perairan Bolaang Selatan pada pukul 06.00 Wita.
Tim SAR yang menggunakan KN SAR Bhisma kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat pada pukul 08.24 Wita.
Saat ditemukan, para korban dalam kondisi lemas setelah bertahan hidup di rakit nelayan yang masih memiliki persediaan makanan. Tim SAR memberikan bantuan makanan untuk membantu memulihkan kondisi mereka sebelum dilakukan evakuasi.
“Setelah berada di atas KN SAR Bhisma, tim SAR kembali memberikan makanan untuk membantu memulihkan kondisi mereka,” tuturnya.
Seluruh korban selanjutnya dievakuasi menuju RB 216 Gorontalo dan dibawa ke Pelabuhan Pelindo Gorontalo. Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
Sebelumnya, KM Nazila 05 dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita setelah mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.
Nahkoda sempat menghubungi pemilik kapal untuk menginformasikan kondisi darurat sebelum kapal akhirnya tenggelam.
“Pukul 03.30 WIT, nahkoda menghubungi ibu Rifani (pemilik kapal) menginformasikan bahwa kapal mengalami patah haluan dikarenakan cuaca buruk, dan sekitar pukul 04.00 WIT nahkoda kembali menghubungi ibu Rifani menginformasikan bahwa kapal sudah tenggelam,” jelas Rizal.
Seluruh ABK diketahui sempat melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR.
Operasi pencarian melibatkan unsur SAR Luwuk dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan kecelakaan laut tersebut.









Komentar