Tak Ada Jembatan, Siswa di Banggai Pertaruhkan Nyawa Menyeberangi Sungai ke Sekolah

OUTENTIK-Puluhan siswa SMP Negeri Satu Atap (Satap) Batui 5, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, masih harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah karena hingga kini belum tersedia jembatan penghubung.

Kondisi itu semakin berbahaya saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan meluap.

Tenaga Pendidik SMPN Satap Batui 5, Jumrah, mengatakan sekitar 50 siswa tinggal di seberang sungai, tepatnya di Batui 4, Kecamatan Batui Selatan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 10 siswa berasal dari Batui 4 dan setiap hari harus melewati sungai menuju sekolah yang berada di Batui 5, Kecamatan Batui.

“Anak murid saya kalau mau pergi ke sekolah harus lewat jalur sungai tiap hari, pergi sekolah maupun pulang sekolah,” kata Jumrah.

Menurut dia, saat hujan deras turun, air sungai meluap sehingga sejumlah siswa tidak dapat berangkat ke sekolah. Kondisi tersebut bahkan pernah terjadi saat pelaksanaan ujian.

“Beberapa kali siswanya tidak bisa ke sekolah gara-gara itu. Guru-guru ada toleransi karena sungai meluap,” ujarnya.

Jumrah menjelaskan hingga kini belum ada jembatan maupun fasilitas penyeberangan yang dapat digunakan siswa. Saat debit air rendah mereka masih bisa menyeberang, namun ketika sungai meluap, keselamatan menjadi pertimbangan utama.

“Bahaya karena nyawa taruhannya apalagi naik air,” katanya.

Ia menambahkan, pihak sekolah pernah memulangkan siswa lebih awal saat hujan deras. Guru-guru mengantar siswa hingga ke tepi sungai, sementara orang tua telah menunggu di seberang untuk memastikan anak-anak mereka pulang dengan selamat.

Menurut Jumrah, kondisi tersebut telah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum dirinya bertugas di sekolah itu. Ia berharap pemerintah segera membangun jembatan agar siswa dapat mengakses pendidikan dengan aman.

“Yahhh buatkan jembatan atau apa saja itu yang penting anak didik saya bisa ke sekolah tanpa melewati air sungai,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *