Warga Nunu Desak Polisi Segera Tangkap Seluruh Pelaku Penganiayaan Satpam

OUTENTIK-Warga Kelurahan Nunu melalui Tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Tokoh Pemuda dan Lembaga Adat Kelurahan Nunu, mendesak kepolisian segera menangkap seluruh pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan (satpam) yang terjadi beberapa hari lalu. ‎‎

Hingga hari ketiga pascakejadian, warga mengaku baru mendapat informasi bahwa polisi telah mengamankan satu orang. Sementara sejumlah pelaku lainnya masih belum ditangkap.

‎‎”Kami meminta kepada pihak Polri agar segera mengamankan pelaku-pelaku yang masih belum ditangkap. Informasi yang kami terima, baru satu orang yang diamankan, sementara masih ada beberapa pelaku lainnya,” ujar Syarif Tiku, Tokoh Masyarakat Kelurahan Nunu, Kamis (23/7/2026) malam.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya mendukung langkah damai dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum. Bahkan, dalam pertemuan yang difasilitasi bersama pihak Kelurahan Tatura Utara, tokoh masyarakat kedua belah pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif.‎‎

Namun, ia mengaku warga terus mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.‎‎

“Sebagai tokoh masyarakat kami terus ditanya warga, bagaimana perkembangan pelaku-pelaku yang belum diamankan. Kami khawatir kalau mereka belum segera ditangkap, akan muncul gerakan baru dari anak-anak muda. Itu yang kami khawatirkan karena kami tidak bisa mengawasi mereka selama 24 jam,” terangnya.

‎‎Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Kelurahan Nunu Yunan Sawala mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat menahan diri dan mempercayai seluruh proses kepada aparat kepolisian.

‎‎”Saya mengimbau kepada seluruh kita semua agar menahan diri dulu untuk sementara. Kita lihat sampai dimana gerak cepat kepolisian untuk segera menangkap pelaku lainnya yang sekitar 5 orang lagi. kalau itu sudah ditangkap mungkin akan selesai semua masalahnya,” terangnya. ‎‎

Ia juga menegaskan, kedatangan sejumlah pemuda dari Kelurahan Nunu ke lokasi setelah kejadian bukan untuk menyerang warga, melainkan mencari para pelaku agar segera diamankan polisi.‎‎

“Mereka datang bukan untuk menyerang masyarakat di sana, tetapi mencari pelaku supaya segera ditangkap dan persoalan ini tidak melebar,” jelasnya.‎‎‎

Ia menambahkan, hubungan kekeluargaan antara warga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara masih sangat erat. Karena itu, penyelesaian hukum terhadap para pelaku dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah konflik meluas.‎‎

“Jangan sampai kita sudah berbicara soal perdamaian, tetapi pelakunya belum ditangkap. Kami juga harus menjaga perasaan keluarga korban agar mendapatkan rasa keadilan,” pungkasnya.‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *