Pedagang Buah di Parimo Ditangkap Densus 88, Diduga Sel Tidur MIT Poso

OUTENTIK-Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang warga berinisial A di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Ampibabu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (6/5/2026). A diduga terkait jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan dan berlangsung kondusif. Aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya beberapa unit telepon genggam.

Kepala Dusun 1 Desa Tumuli Utara, Jufri Haruji, mengatakan A dikenal sebagai pedagang buah yang telah lama beraktivitas di wilayah tersebut dan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.

“Kalau kesehariannya, dia jual beli buah. Mulai dari kopra, mangga, rica, petai, jengkol, semua dia beli,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga terkejut atas penangkapan tersebut karena Aci selama ini berbaur seperti masyarakat pada umumnya.

“Di lingkungan ini dia bermasyarakat seperti biasa. Tidak ada yang mencurigakan,” katanya.

Menurut Jufri, proses penangkapan berjalan lancar tanpa hambatan dari pihak yang bersangkutan.

“Penangkapan berjalan lancar, tidak ada perlawanan. Semua kooperatif,” jelasnya.

Terkait barang bukti, ia menyebut aparat mengamankan sejumlah perangkat komunikasi.

“Informasinya ada sekitar enam handphone yang diamankan,” ungkapnya.

Meski demikian, situasi di lingkungan Desa Tumuli Utara dipastikan tetap aman dan kondusif pasca penangkapan.

“Alhamdulillah tidak ada respons negatif dari masyarakat. Semua aman,” pungkasnya.

‎Selain A, Densus 88 juga menangkap tujuh orang lainnya yang identitasnya belum diketahui. Penangkapan tersebut dilakukan di dua wilayah berbeda, yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso. ‎‎

Mereka diduga merupakan bagian dari jaringan sel tidur kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Sulawesi Tengah. Dari delapan orang yang diamankan, empat orang warga Poso dan empat warga Parigi Moutong.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan Aci dalam jaringan MIT Poso.

Komentar