OUTENTIK-Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral guna mematangkan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Tinombala 2026 di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026).
Operasi tersebut akan melibatkan 3.739 personel gabungan serta mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Rakor dipimpin Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr Endi Sutendi dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polda Sulteng, para Kapolres jajaran, serta perwakilan instansi terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng menyampaikan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan agenda nasional yang setiap tahun memicu peningkatan mobilitas masyarakat.
“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujarnya.
Kapolda mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang.
Operasi Ketupat Tinombala 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, Polda Sulteng mengerahkan 3.739 personel gabungan yang terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, serta 1.774 personel dari instansi dan stakeholder terkait.
Untuk menunjang pengamanan, akan didirikan 92 pos yang tersebar di wilayah hukum Polres jajaran, terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam), 19 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 15 Pos Terpadu.
“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” terangnya.
Selain itu, 19 Pos Pelayanan disiapkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat seperti informasi perjalanan, bantuan medis, serta tempat istirahat bagi para pemudik.
Sementara itu, 15 Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.
“Seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” jelasnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi seluruh instansi untuk menyukseskan operasi pengamanan tersebut dengan meningkatkan koordinasi, menghilangkan ego sektoral, serta memperkuat kolaborasi lintas lembaga.Ia juga meminta agar upaya edukasi kepada masyarakat terus digencarkan terkait pentingnya mudik yang aman dan tertib, serta memastikan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga selama periode Lebaran.
“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tutupnya.









Komentar