OUTENTIK-Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 masih terus berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu mencatat hingga Sabtu (20/6/2026) pukul 11.38 WITA telah terjadi sebanyak 1.074 kali gempa susulan.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan gempa susulan yang tercatat memiliki kekuatan terbesar magnitudo 5,7.
“Hingga tanggal 20 Juni 2026 pukul 10.38 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 1.074 gempabumi susulan dengan kekuatan terbesar M 5,7,” ujar Djati dalam keterangannya, Sabtu.
Data BMKG menunjukkan aktivitas gempa susulan paling banyak terjadi dalam 12 jam pertama setelah gempa utama, yakni mencapai 255 kejadian. Setelah itu jumlahnya berangsur menurun, meski masih tercatat puluhan hingga ratusan kali dalam setiap periode pengamatan.
Gempa susulan terbaru terjadi pada Sabtu pukul 11.03.59 WITA dengan magnitudo 2,7. Episenternya berada di koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,00 Bujur Timur atau sekitar 31 kilometer timur laut Kabupaten Sigi dengan kedalaman 5 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo,” ujar Djati.
BMKG menyebut gempa M 2,7 tersebut dirasakan di wilayah Sigi dengan intensitas II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa susulan yang terjadi. Dari total 1.074 gempa susulan, sebanyak 46 kejadian di antaranya dilaporkan dirasakan masyarakat.
“Masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” paparnya.
