OUTENTIK-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan satu warga di Kabupaten Sigi meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat peristiwa tersebut terjadi.
Selain korban meninggal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 38 warga mengalami luka-luka dan ratusan warga terdampak di sejumlah daerah.
Berdasarkan laporan BNPB hingga pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Gempa juga mengakibatkan 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Secara keseluruhan, sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa. Sebanyak 89 KK atau 272 jiwa berada di Kabupaten Sigi, sedangkan 21 KK atau 40 jiwa terdampak di Kabupaten Parigi Moutong. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sementara satu warga di Kabupaten Poso mengalami luka dan masih dalam pendataan.
Kerusakan bangunan juga terus bertambah. BNPB mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak, terdiri atas 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Selain itu, enam fasilitas ibadah, dua jembatan, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi Palu–Sigi–Poso dilaporkan mengalami kerusakan.
“Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG,” demikian keterangan BNPB dalam siaran persnya.
Saat ini BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Sigi juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari guna mempercepat penanganan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.







Komentar