Longsor di Yalimo Putus Jalur Trans-Papua Jayapura–Wamena, Enam Titik Terdampak

OUTENTIK-Jalur darat Trans-Papua yang menghubungkan Jayapura–Wamena terputus total akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Yalimo, Papua, pada Minggu, (8/2/2026).

Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu sore hingga Minggu pagi, menyebabkan kondisi tanah labil dan memicu longsoran di sejumlah titik jalan.

Kepolisian Daerah Papua melaporkan sedikitnya enam titik longsor yang mengakibatkan akses jalan tidak dapat dilalui dari kedua arah. Titik terdampak meliputi Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu dan Tanjakan Yahuli yang terputus total, ruas jalan Area Camp 90 dan Camp 80 yang tertimbun material longsor, Jembatan Kali Kil yang hanyut, serta ruas jalan di Area Kampung Wara yang tertimbun tanah.

Akibat kejadian tersebut, arus transportasi darat Jayapura–Wamena lumpuh total. Sejumlah kendaraan dilaporkan tertimbun longsoran, puluhan kendaraan lainnya terjebak di sepanjang jalur, serta satu unit truk roda enam hanyut ke Kali Kil.

Truk tersebut dikemudikan oleh pria berinsial U yang saat kejadian sedang memarkirkan kendaraan di bahu jalan.

Pengemudi dan rekan sopir berhasil menyelamatkan diri.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Berdasarkan laporan dari jajaran Polres Yalimo, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materil masih kami lakukan pendataan karena beberapa kendaraan masih tertimbun material longsor dan ada yang terjebak di sepanjang ruas jalan tersebut,” ujarnya.

Sejak Minggu siang, Polres Yalimo telah berkoordinasi dengan PT Hutama Karya untuk menurunkan alat berat guna mengevakuasi kendaraan dan membersihkan material longsor.

Hingga Senin (9/2/2026), proses pembersihan masih berlangsung dengan mengutamakan keselamatan personel karena kondisi tanah yang masih labil dan potensi longsor susulan.

Polda Papua mengimbau masyarakat untuk sementara tidak melintas atau mendekati lokasi longsor.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui jalur ini dan tidak mendekat ke titik longsor. Kondisi tanah masih labil dan curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan. Informasi pembukaan akses jalan akan kami sampaikan setelah dinyatakan aman untuk dilalui,” tegas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Saat ini personel Sat Lantas Polres Yalimo disiagakan di titik-titik aman untuk mengatur lalu lintas dan mencegah masyarakat melintas di area berbahaya, sementara upaya pemulihan akses jalan terus dilakukan bersama instansi terkait.

Komentar