Viral Jenazah Dibonceng Motor di Touna, Ini Penjelasan Dinas Kesehatan

OUTENTIK-Peristiwa jenazah perempuan yang dibonceng menggunakan sepeda motor di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng), viral di media sosial. Dinas Kesehatan setempat menegaskan bahwa penanganan pasien telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Touna, dr. Niko, S.Ked, menyebut kondisi geografis dan keputusan keluarga menjadi faktor utama penyebab jenazah yang diketahui bernama Pirna (19), warga Dusun Paria, Desa Uematopa, dibonceng menggunakan sepeda motor.

“Pada prinsipnya, semua yang dilakukan tenaga kesehatan sudah sesuai SOP, pasien sudah ditolong, ditangani, dan direncanakan untuk dirujuk,” kata dr. Niko.

Menurutnya, rujukan awal menggunakan mobil milik warga karena ambulans puskesmas sedang digunakan dan tidak ada kendaraan lain yang tersedia. Pasien juga sempat dirawat di puskesmas dan diperiksa dokter sebelum dirujuk.

Namun, saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Ampana Pirna dinyatakan meninggal dunia.

“Di perjalanan, tepatnya di Jembatan Popanga, pasien tiba-tiba syok akibat pendarahan hebat dan mengalami sesak napas. Setelah satu kali tarikan napas, pasien dinyatakan meninggal dunia di dalam kendaraan,” terangnya.

Dari keterangan tenaga kesehatan, pasien sudah mengalami pendarahan sejak beberapa hari sebelumnya pasca melahirkan. Namun kondisi tersebut tidak dilaporkan oleh pihak keluarga kepada tenaga kesehatan.

“Bidan juga menyampaikan bahwa almarhumah telah melahirkan sekitar delapan hari sebelumnya dan mengalami pendarahan, namun dibiarkan di kebun. Informasi awal terkait kondisi pasien diterima dari kader kesehatan. Saat ditemukan, pasien sudah dalam kondisi tidak sadar,” jelasnya.

Menurut Niko, akses menuju lokasi tempat tinggal pasien memang sangat sulit dan memakan waktu berjam-jam. Olehnya, keluarga memutuskan membawa jenazah kembali ke rumah menggunakan sepeda motor.

“Keluarga menolak menunggu ambulans karena harus bermalam di jalan, sehingga pemulangan jenazah dilakukan atas permintaan keluarga sendiri,” kata dia.

“Jarak dari desa ke Dusun Paria sekitar empat jam perjalanan menggunakan kendaraan double gardan. Sementara dari desa ke puskesmas terdekat memakan waktu sekitar delapan jam, itu pun jika cuaca dalam kondisi baik,” tambahnya.

Komentar