OUTENTIK-Perselisihan utang piutang berujung aksi penikaman terjadi di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Seorang pria berinisial MFT (32), jurnalis media siber nasional yang menjabat sebagai koordinator wilayah Banggai Laut, menjadi korban penusukan oleh BP (52) pada Minggu malam (11/1/2026) sekitar pukul 19.00 Wita di traffic light Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai.
Peristiwa tersebut dipicu sengketa utang modal usaha yang belum terselesaikan sejak 2021.
Pelaku BP berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Banggai tidak lama setelah kejadian dan kini ditahan di Mapolres Banggai Kepulauan.
Saat insiden berlangsung, korban diketahui tengah berkendara bersama istrinya sebelum terlibat cekcok mulut dengan pelaku.
Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono, menjelaskan bahwa korban dan pelaku sempat terlibat adu argumen sebelum penusukan terjadi.
Pelaku diduga kecewa karena upaya penagihan utang selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil. Meski demikian, aparat menegaskan tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan.
“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami lima luka tusukan di sejumlah bagian tubuh, antara lain rusuk kiri belakang, tangan kanan, paha kanan, betis kiri, dan lutut kanan. Polisi turut mengamankan sebilah pisau sepanjang 22 sentimeter yang diduga digunakan pelaku,” ujar Kabidhumas dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).
Polda Sulteng mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan hukum dengan cara kekerasan. Setiap permasalahan hendaknya diserahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum yang berwenang agar dapat diproses secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.
Ia juga mengajak masyarakat menahan diri dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami berharap masyarakat dapat menahan diri, menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, serta mengedepankan musyawarah dan menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.









Komentar