OUTENTIK-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu bergerak cepat memulihkan jaringan listrik yang terganggu akibat tanah longsor dan banjir di sekitar Gardu Induk (GI) Tawaeli, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Bencana yang dipicu hujan berintensitas tinggi tersebut menyebabkan gangguan pasokan listrik pada 21.826 pelanggan di sejumlah wilayah terdampak.
Gangguan terjadi pada Sabtu (11/1/2026) dan berdampak pada Kecamatan Sindue, Labuan, Tanantovea, serta Tawaeli, dengan estimasi energi listrik yang hilang mencapai sekitar 20 MW. Secara teknis, bencana alam ini merusak 230 unit trafo distribusi dan menyebabkan gangguan pada enam penyulang.
PLN UP3 Palu segera mengerahkan personel, peralatan, dan material pendukung untuk melakukan pemulihan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.
Manajer PLN UP3 Palu, Ansar, menegaskan komitmen perusahaan dalam mempercepat pemulihan pasokan listrik.
“Kami langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat proses recovery jaringan, khususnya di wilayah sekitar Gardu Induk Tawaeli dan daerah-daerah terdampak lainnya,” ujar Ansar.
Ia juga mengapresiasi dedikasi petugas PLN yang tetap bekerja di tengah cuaca ekstrem dengan mengutamakan keselamatan kerja.
“Dalam kondisi lapangan yang cukup berat akibat banjir dan longsor, kami menekankan agar seluruh pekerjaan dilakukan sesuai prosedur K3. Keselamatan petugas adalah prioritas utama, dan saya mengapresiasi dedikasi tim di lapangan yang tetap disiplin menerapkan K3 sambil berupaya memulihkan listrik secepat mungkin,” tambahnya.
PLN UP3 Palu menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan pascabanjir dan longsor.
Pelanggan diminta segera melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal layanan resmi PLN lainnya.









Komentar