Lapas Narkotika Karang Intan Borong Penghargaan di Rakor Rencana Aksi 2026 Ditjenpas Kalsel

OUTENTIK-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong sejumlah penghargaan pada Rapat Koordinasi Rencana Aksi Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Rabu (7/1).

Penghargaan tersebut diberikan atas capaian kinerja terbaik Lapas Narkotika Karang Intan sepanjang Tahun 2025 di berbagai bidang strategis.

Pada bidang kehumasan, Lapas Narkotika Karang Intan meraih peringkat pertama sebagai UPT Terproduktif dalam pembuatan konten kehumasan serta Kontributor Berita Teraktif pada website resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2025.

Capaian ini mencerminkan komitmen kuat dalam menyampaikan informasi yang positif, transparan, dan edukatif kepada masyarakat.

Selain itu, pada bidang Reformasi Birokrasi, Lapas Narkotika Karang Intan meraih peringkat kedua sebagai UPT Pemasyarakatan dengan Capaian Kinerja Terbaik Tahun 2025. Di bidang Sumber Daya Manusia, lapas ini juga meraih peringkat kedua sebagai UPT Terresponsive dalam Pemenuhan Data Dukung Kepegawaian Tahun 2025.

Prestasi lainnya diraih pada bidang pelayanan dan pembinaan, antara lain peringkat ketiga Perawatan Dapur Sehat Terbaik di Kalimantan Selatan Tahun 2025, peringkat kedua pengembangan produk UMKM binaan, serta peringkat ketiga kontribusi ketahanan pangan melalui Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, yang menyampaikan “apresiasi kepada seluruh UPT Pemasyarakatan yang telah menunjukkan kinerja terbaik. Ia juga berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi UPT lainnya untuk terus meningkatkan kinerja, inovasi, dan kualitas pelayanan Pemasyarakatan”.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, inovasi, dan kualitas pelayanan. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pemacu semangat untuk memberikan pelayanan terbaik serta pembinaan optimal bagi Warga Binaan,” tegas Yugo.

Komentar