OUTENTIK-Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memastikan fokus utama saat ini adalah penanganan ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan bersubsidi MBG di sekolah, Rabu (17/9/2025).
Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menegaskan pemerintah daerah sudah mengutamakan keselamatan para korban dengan memberikan perawatan medis.
“Sekarang ini Pemda fokus pada penanganan anak-anak yang terdampak. Jadi Pemda memprioritaskan penyelamatan mereka agar segera mendapatkan perawatan,” ujar Rusli, Kamis (18/9/2025).
Terkait biaya perawatan, Rusli menegaskan seluruh warga Bangkep telah ditanggung iuran BPJS oleh pemerintah daerah.
“Kalau untuk biaya rumah sakit, itu tergantung pada mekanisme BPJS. Pemda sudah membiayai iuran BPJS untuk seluruh warga Bangkep. Jadi nanti akan ditanyakan ke pihak BPJS terkait pelayanan ini. Kalau memang ada biaya di luar yang harus ditanggung, Pemda akan membicarakannya dengan pihak rumah sakit. Jika diperlukan, kita bisa gunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu,” jelasnya.
Selain itu, sampel makanan itu juga dibawa ke BPOM mengambil untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan massal tersebut.
Rusli juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang.
“Pemerintah daerah bersama pihak terkait, termasuk BPJS dan instansi kesehatan, akan menangani kondisi ini dengan baik. Insya Allah kita berharap semuanya bisa segera pulih,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, sekitar 250 siswa SD, MTs, hingga SMA di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bersubsidi MBG di sekolah, Rabu (17/9/2025).
Ratusan siswa sempat dilarikan ke puskesmas dan RSUD Salakan untuk mendapatkan perawatan.
“Data kami hingga pagi ini sekitar 250 siswa. Dari jumlah itu, 177 sudah pulang usai mendapat perawatan,” kata Kapolres Bangkep, AKBP Ronaldus Karurukan, Kamis (18/9/2025).
Polres Bangkep telah memeriksa keterangan korban dan pihak penyedia makanan, serta mengamankan sejumlah sampel makanan dari sekolah dan dapur.
“Kami sudah mengirimkan sampel ke Balai POM di Palu untuk diuji. Hasil laboratorium akan menentukan makanan mana yang menjadi penyebab keracunan,” ujarnya.
Data sementara menyebutkan sekolah terdampak adalah SMA 1 Tinangkung, SMK 1 Tinangkung, SDN Tompudau, SDN Pembina, SDN Saiyong, dan MTs Alkhairat Salakan.
“Kami memastikan semua pihak yang terkait akan dimintai keterangan. Hingga kini masih ada yang dipanggil tapi belum hadir,” tutur Kapolres Bangkep.









Komentar