Rentetan Pohon Tumbang di Palu Bikin Jalan Macet, Mobil Ringsek Hingga Nyawa Melayang

OUTENTIK-Dalam beberapa pekan terakhir, serangkaian insiden pohon tumbang di Kota Palu menimbulkan keresahan warga.

Baru baru ini, sebuah pohon besar roboh di Jalan Sisingamangaraja, Kamis (18/9/2025) pagi, menutup sebagian badan jalan dan memicu kemacetan.

Sehari sebelumnya, pohon di Jalan Ahmad Yani menimpa sebuah mobil, bahkan pekan lalu insiden serupa merenggut korban jiwa.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, mengakui pohon di perkotaan lebih rentan roboh dibanding pohon di hutan.

“Bahwa memang pohon-pohon di perkotaan itu lebih rawan tumbang ketimbang pohon-pohon yang ada di hutan,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Ia menjelaskan, kerentanan itu dipengaruhi kepadatan tanah, jenis pohon, hingga cara penanaman. Pohon berakar serabut disebut lebih mudah tumbang, terutama jika lubang tanam terlalu kecil sehingga akar sulit berkembang.

DLH Palu saat ini hanya memiliki dua tim dengan total 30 personel untuk menangani pemeliharaan pohon, masing-masing mampu menebang sekitar lima pohon besar atau tujuh pohon kecil per hari.

Namun, keterbatasan armada dan personel membuat pemeliharaan belum maksimal.

Selain itu, pemangkasan sepihak oleh pihak lain demi perawatan kabel justru memperparah kondisi pohon.

“Seperti misalnya contoh pemeliharaan kabel sehingga dipotong sebelahnya saja, sehingga ini menjadi berat sebelah dan gampang rubuh,” jelasnya.

Ibnu menegaskan perlunya penambahan sumber daya dan kesadaran masyarakat agar tidak merusak pohon.

“Kita juga minta kesadaran masyarakat untuk jangan membuat pohon itu menjadi mati,” pungkasnya.

Komentar