OUTENTIK-Puluhan pelajar MTs Sis Al Jufri Tatura dan SMK Bina Potensi Palu dilarikan ke Rumah Sakit Bala Keselamatan setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
Para siswa mengeluhkan gatal-gatal, pusing, mual, hingga sesak napas.
Kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WITA saat makanan dibagikan, dan satu jam kemudian gejala keracunan mulai muncul.
“Kronologisnya, setelah anak-anak mengonsumsi makanan itu, ada beberapa yang mulai merasa pusing, gatal-gatal, kemudian ada juga yang muntah. Setelah dicek satu jam kemudian, kondisi mereka semakin parah sehingga langsung kami larikan ke rumah sakit,” ujar Wakil Kepala MTs Sis Al Jufri Tatura, Betsi Supit.
Menurut Betsi, sekitar 20 siswa harus dirawat intensif, sebagian dipasangi infus dan menggunakan bantuan oksigen. Ia menduga penyebab keracunan berasal dari ikan cakalang goreng kering.
“Sebelum anak-anak makan, saya sempat mencoba sepotong, dan saat itu langsung terasa gatal,” katanya.
Total penerima MBG di dua sekolah tersebut lebih dari 200 siswa. Dari jumlah itu, sekitar 40 pelajar mengalami gejala ringan dan sudah dipulangkan. Program ini diketahui baru berjalan tiga hari, dan insiden keracunan baru pertama kali terjadi.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palu, Rizki, membenarkan adanya kontaminasi makanan.
“Untuk semua biaya rumah sakit, dari kami sudah disiapkan untuk menanggung,” tegasnya.
Ia menyebut kasus ini masih dalam tahap penelusuran penyebab.
“Untuk sekolah di sini, ada dua, tingkat MTS dan SMK. Kami memohon maaf sebesar-besarnya, karena memang ini tidak pernah kami harapkan,” pungkas Rizki.









Komentar