Laporan Outentik: Gayanara
Sorak sorai warga bergemuruh. Menyulut api semangat di dada dua pria yang tengah beradu cepat.
Nafas mereka memburu langkah-langkahnya. Mencakar aspal demi mencapai garis finis.
Beginilah meriahnya Lomba Lari Tradisional yang digelar di Jalan Wahidin, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Jumat, 21 Maret 2025 malam.
Sebuah ajang yang bukan sekadar perlombaan, tetapi perayaan keberanian dan ketangguhan.
Bertajuk Wahidin Ramadhan Pangova 3, perlombaan ini diprakarsai oleh sekumpulan pemuda yang menamai diri mereka sebagai Wahidin Squad.
Mereka menghadirkan kompetisi yang unik, lari tanpa alas kaki.
Tak hanya dari Palu, peserta berdatangan dari berbagai penjuru Sulteng, seperti Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Toli toli, Buol hingga Tojo Una Una.
“Alhamdulillah tahun ini merupakan tahun ke tiga kami selenggarakan. Dan pesertanya juga lumayan. Banyak yang antusias,” ujar Azan, Ketua Panitia pelaksana Wahidin Ramadhan Pangova 3.
Dalam lomba ini, peserta akan berlari menuju garis finish sejauh 75 meter dengan menggunakan sistem gugur yang akan digelar selama tiga hari.
Ada tiga kelas yang diperlombakan, yakni kelas utama dengan total 64 orang peserta, kelas bebas 16 peserta, dan kelas putri 8 orang peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palu, Amiruddin yang membuka langsung kegiatan tersebut menyatakan, Pemerintah Kota Palu sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok pemuda ini.
“Ini suatu kegiatan yang perlu kita tingkatkan, bukan cuman mengharapkan adanya atlet berprestasi. Saya harapkan, ajang ini menjadikan persatuan masyarakat, dan bisa menjadi bagian dari kegiatan hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.









Komentar