OUTENTIK-Informasi yang menyebutkan dua pemuda ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di Desa Mayoa, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dipastikan tidak benar atau hoaks.
Kepolisian menegaskan kedua korban masih hidup, meski sempat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Kapolsek Pamona Selatan, Iptu Awaluddin, mengatakan dua pemuda tersebut masing-masing bernama Agus dan Ketut. Saat ini, kondisi salah satu korban sudah mulai membaik.
“Yang satu atas nama Agus saat ini sudah bisa berkomunikasi, sudah bisa bicara, dan sudah bisa duduk. Jadi informasi yang menyebutkan meninggal dunia itu tidak benar,” kata Iptu Awaluddin saat dikonfirmasi.
Sementara itu, korban lainnya atas nama Ketut hingga kini masih belum sadarkan diri dan masih dalam penanganan medis.
“Keduanya masih hidup. Yang belum sadarkan diri itu atas nama Ketut,” tegasnya.
Awaluddin menjelaskan, peristiwa tersebut diduga disebabkan oleh keracunan uap bahan bakar jenis Pertamax. Sebelumnya, kedua korban diketahui baru saja membeli Pertamax di SPBU Pendolo dan hendak pulang ke rumah mereka di wilayah Mangkutana.
“Karena sudah larut malam, sekitar pukul 04.00 Wita, mereka singgah untuk beristirahat di dalam mobil. Saat itu semua pintu dan kaca mobil dalam keadaan tertutup rapat,” ujarnya.
Di dalam mobil tersebut, lanjut Awaluddin, terdapat muatan Pertamax yang dibawa korban. Kondisi tersebut diduga menyebabkan uap bahan bakar terhirup saat korban beristirahat di dalam kendaraan.
“Ada muatan Pertamax di dalam mobil. Kemungkinan besar terjadi keracunan uap Pertamax,” katanya.
Berdasarkan informasi di lapangan, Ketut yang masih belum sadarkan diri ditemukan berada di kursi belakang mobil dalam posisi tidur, sedangkan Agus berada di bagian depan kendaraan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber resmi serta lebih berhati-hati saat membawa bahan bakar dan beristirahat di dalam kendaraan dengan kondisi tertutup rapat.









Komentar