OUTENTIK-Produksi sampah di Kota Palu sepanjang tahun 2025 menembus 79.726 ton atau rata-rata 218 ton per hari. Data ini tercatat dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, menyatakan lonjakan timbulan sampah dipengaruhi peran Palu sebagai kota jasa yang tidak hanya menampung aktivitas penduduk lokal, tetapi juga masyarakat dari luar daerah.
“Produksi sampah memang meningkat tahun ini. Palu ini kota jasa, jadi bukan hanya penduduk yang berkontribusi terhadap sampah, tetapi juga orang-orang yang datang dan beraktivitas di sini,” ujar Ibnu Mundzir.
Meski volume sampah terus meningkat, DLH Kota Palu masih mampu menangani sekitar 88 persen dari total timbulan sampah. Namun, masih terdapat sekitar 12 persen sampah yang belum tertangani secara optimal.
“Masih ada sekitar 12 persen yang belum tertangani dan itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.
Keterbatasan armada pengangkut menjadi salah satu kendala utama. Saat ini, DLH Kota Palu hanya memiliki sekitar 70 armada, sementara kebutuhan ideal mencapai 97 unit atau masih kekurangan sekitar 22 armada.
“Kami terus berupaya mencari dukungan, termasuk melalui komunikasi dengan DPRD dan pihak PT CPM lewat dana CSR untuk penambahan armada,” jelas Ibnu Mundzir.
Selain armada, DLH mengerahkan hampir 7.000 petugas kebersihan yang tersebar di 46 kelurahan, termasuk petugas TPA, taman, armada, dan program padat karya, guna menjaga kebersihan kota di tengah peningkatan volume sampah setiap tahunnya.









Komentar