Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Buol, DLH Pastikan Bukan Pencemaran

OUTENTIK-Ribuan ikan terdampar di pesisir Pantai Leok, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (17/1/2026) pagi. Peristiwa ini viral di media sosial dan dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol memastikan kejadian tersebut bukan akibat pencemaran, melainkan murni aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan setempat.

Kepala DLH Kabupaten Buol, Syarif Badalu, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

“Awalnya kami menerima laporan masyarakat jika ada ribuan ikan terdampar, lalu saya langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujarnya, Senin (18/1/2026).

Menurut Syarif, ikan-ikan tersebut tersebar di sepanjang pantai dengan radius sekitar 200 hingga 300 meter. Dari hasil penelusuran, sumber kejadian berasal dari aktivitas nelayan yang menggunakan satu perahu dengan alat tangkap pukat sepanjang kurang lebih 600 meter.

“Nelayan tersebut menggunakan satu perahu dengan alat tangkap pukat sepanjang kurang lebih 600 meter. Mereka menangkap ikan dalam jumlah sangat banyak, sampai kapasitas penampungan tidak mencukupi,” kata Syarif.

Akibat kelebihan muatan, kantong pukat sengaja dirobek saat proses pengangkatan sehingga ikan berhamburan dan sebagian mati di laut.

“Ini murni karena aktivitas penangkapan ikan, bukan karena racun, bahan kimia, atau potasium,” tegasnya.

Ikan-ikan yang mati kemudian terseret arus laut pasang hingga terdampar di pantai. DLH juga telah mengambil sampel air laut dan memastikan tidak ditemukan indikasi pencemaran.

“Hasil pengamatan menunjukkan tidak ada tanda-tanda keracunan pada ikan. Parameter persanitasi air laut masih normal dan lingkungan dalam kondisi baik,” ujar Syarif.

DLH mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tetap mengedepankan informasi yang akurat.

Komentar