HIV-AIDS Di Sulteng Meningkat, Sudah 28 Orang Meninggal Dunia Selama 2025

OUTENTIK-Kasus HIV dan AIDS di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat 28 orang meninggal dunia akibat HIV/AIDS sepanjang tahun 2025, sementara jumlah kasus HIV dan AIDS terus bertambah hingga 2024 dan awal 2025.

Kota Palu tercatat sebagai wilayah dengan kasus dan kematian tertinggi di Sulawesi Tengah.

“Yang signifikan itu naiknya berada di Kota Palu,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr. Jumriani, Rabu (7/1/2026).

Pada tahun 2023, jumlah kasus HIV di Sulawesi Tengah mencapai 696 kasus, kemudian meningkat menjadi 702 kasus pada 2024. Hingga periode Januari hingga Mei 2025, telah ditemukan 336 kasus HIV. Sementara itu, kasus AIDS juga mengalami lonjakan dari 97 kasus pada 2023 menjadi 235 kasus pada 2024.

Meski angka kasus meningkat, jumlah kematian akibat HIV/AIDS menunjukkan tren penurunan. Pada 2024 tercatat 73 kematian, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Mei 2025, jumlah kematian akibat HIV/AIDS dilaporkan sebanyak 28 kasus.

Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan akses layanan kesehatan dan pengobatan antiretroviral (ARV).

Pemerintah daerah terus mendorong upaya pengendalian HIV/AIDS melalui peningkatan deteksi dini, perluasan layanan tes HIV, serta penguatan pengobatan bagi orang dengan HIV/AIDS.

“Kami juga terus melakukan pemeriksaan. Begitupula teman teman dinkes yang ada di Kabupaten/Kota. Jika ditemukan dengan cepat mengobatinya,” terangnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memberikan stigma dan diskriminasi serta aktif memanfaatkan layanan kesehatan sebagai langkah pencegahan penularan.

“Hiv itu salah satu penyakit yang susah untuk menular. Karena penularannya itu jika berhubungan badan (seks) dan jarum suntik,” katanya.

Komentar