OUTENTIK-Suasana malam pergantian tahun di Kota Palu kembali ramai. Sejak pukul 21.00 WITA, warga mulai memadati jalan tanggul Teluk Palu yang baru dibangun pascabencana 2018.
Jalan yang beberapa bulan terakhir telah dibuka untuk umum itu kini menjadi salah satu lokasi favorit untuk melepas tahun 2025 dan menyambut 2026.
Kerumunan warga tampak memenuhi sisi jalan yang memanjang mengikuti garis teluk. Lampu-lampu rumah warga yang tersebar di timur dan barat teluk menambah penerangan alami, sementara angin laut bertiup cukup sejuk di sepanjang malam.
Kembang api yang sesekali meletup di udara makin menambah suasana pergantian tahun yang sempat hilang dari kawasan ini beberapa tahun lalu.
Banyak warga datang bersama keluarga, sahabat hingga pasangan. Mereka duduk di tepian tanggul, sebagian berjalan santai, sementara yang lain berhenti untuk mengambil foto dengan latar teluk pada malam hari.
Meski jembatan penghubung kawasan ini belum diresmikan pemerintah, akses jalan sudah cukup nyaman digunakan, termasuk bagi mereka yang bersepeda atau berlari yang kini menjadikan lokasi ini tempat olahraga harian.
Menjelang pukul 00:00 Wita, semakin banyak warga berdatangan.
Dentuman kembang api saling bersahut, dan mewarnai langit teluk Palu yang menandai bergantinya tahun.
Setelah bertahun-tahun kawasan ini identik dengan kerusakan, kini warga kembali bisa menikmati malam tahun baru di tempat yang pernah menjadi bagian penting dari kehidupan kota.Bagi sebagian warga, malam ini bukan sekadar perayaan tahun baru, tetapi juga kesempatan untuk kembali ke lokasi yang menyimpan banyak kenangan sebelum bencana 2018.
“Terakhir merayakan tahun baru di teluk ini tahun 2018, sebelum gempa. Setelah itu rusak, makanya tahun ini datang lagi,” kata Rahmat, warga yang datang bersama teman-temannya.
Harapan serupa juga diungkapkan oleh Alfisti, yang menginginkan Teluk Palu terus dibenahi.
“Saya berharap Palu lebih baik lagi dan tidak ada bencana ke depan. Kalau pemerintah bisa menata teluk ini jadi objek wisata, pasti lebih banyak orang datang,” ujarnya.
Jalan tanggul Teluk Palu dibangun menggunakan dana hibah dari Pemerintah Jepang melalui JICA.
Kehadirannya bukan hanya menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk kembali menikmati kawasan pesisir yang selama ini menjadi titik berkumpul, terutama pada momentum pergantian tahun.
Bagi banyak orang di Palu, malam pergantian tahun ini menjadi kesempatan untuk merayakan, mengenang, sekaligus menatap tahun baru dengan harapan yang lebih jelas.









Komentar