OUTENTIK-Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu mencatat lonjakan signifikan layanan keimigrasian sepanjang 2025, dengan menerbitkan 11.773 paspor dan membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10,412 miliar.
Capaian ini disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Palu, Pungki Handoyo, dalam konferensi pers kinerja tahunan pada Jumat.
Peningkatan terjadi akibat tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat serta penguatan mutu pelayanan yang dilakukan sepanjang tahun.Dari total paspor yang diterbitkan, 46 permohonan dibatalkan karena tidak memenuhi ketentuan.
“Kami ingin menghadirkan semangat, bahkan mengajak masyarakat dengan berbagai latar belakang termasuk keluarga muda untuk mengurus paspor lebih awal. Semakin banyak pemohon, semakin baik pencapaian kita dibandingkan sebelumnya,” ujar Pungki.
Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan kapasitas jajarannya menghadapi tantangan pelayanan ke depan.
PNBP Imigrasi Palu yang mencapai Rp10,412 miliar turut melampaui target penerimaan sebesar Rp4.418.568.000. Penerimaan tersebut berasal dari pendapatan paspor sebesar Rp8.555.450.000, izin keimigrasian dan izin masuk kembali sebesar Rp1.457.650.000, serta pendapatan lain sebesar Rp399.722.961.
Sepanjang 2025, Imigrasi Palu juga menggelar delapan kegiatan Eazy Passport, satu Paspor Siaga, dan satu Paspor Simpatik.
Pada layanan izin tinggal, Imigrasi Palu menerbitkan izin tinggal kunjungan bagi 376 orang, izin tinggal terbatas bagi 168 orang, dan izin tinggal tetap bagi 15 orang, sehingga total 559 izin tinggal, melampaui target 350.
“Jumlah orang asing yang datang ke Sulawesi Tengah akan semakin banyak. Karena itu, pengawasan, baik secara mandiri maupun melalui tim gabungan, akan terus kami tingkatkan,” tegas Pungki yang kini dipromosikan sebagai Kepala Kantor Imigrasi Wilayah Jawa Timur.
Dengan capaian ini, Imigrasi Palu menegaskan akan terus melakukan penguatan layanan publik, peningkatan SDM, dan pengawasan keimigrasian pada 2026 demi menjawab kebutuhan masyarakat dan dinamika mobilitas internasional.









Komentar